SURABAYA — PT Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya mencatat lonjakan jumlah hewan kurban yang didaftarkan untuk proses penyembelihan pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Sampai saat ini, total hewan kurban yang masuk mencapai 180 ekor atau meningkat dibanding tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 170 ekor.
Baca juga: Adela Kanasya Adies dan Golkar Surabaya Perkuat Solidaritas Lewat Kurban Idul adha
Direktur Utama PT RPH Surabaya, Fajar A. Isnugroho, menyampaikan proses penyembelihan dilakukan secara bertahap mulai Rabu (27/5/2026) hingga akhir hari tasyrik.
“Total ada 180 ekor yang dipotong mulai Rabu sampai Sabtu. Hari ini paling banyak sekitar 70 ekor, besok 68 ekor, sedangkan sisanya dilaksanakan pada Jumat dan Sabtu,” katanya.
Menurut Fajar, tingginya minat masyarakat membuat PT RPH Surabaya memutuskan memperpanjang masa pendaftaran layanan pemotongan hewan kurban.
“Awalnya pendaftaran ditutup kemarin. Namun karena animo masyarakat masih tinggi, kami memperpanjang hingga 28 Mei agar masyarakat tetap bisa mendapatkan jadwal pemotongan pada Jumat dan Sabtu,” ujarnya.
Ia menambahkan, jumlah hewan kurban tahun ini mengalami kenaikan sekitar 10 ekor dibanding pelaksanaan Iduladha tahun lalu. Bahkan, PT RPH Surabaya menargetkan jumlah pemotongan dapat menembus 200 ekor.
“Tahun lalu sebanyak 170 ekor, sekarang sudah mencapai 180 ekor. Kami berharap bisa sampai 200 ekor,” ucapnya.
Pada Iduladha tahun ini, PT RPH Surabaya memilih fokus memberikan layanan jasa pemotongan dan tidak lagi menyediakan penjualan sapi kurban seperti sebelumnya.
Layanan yang disediakan meliputi jasa potong, kemas, dan kirim dengan tarif Rp2,8 juta. Paket tersebut mencakup proses penyembelihan, pencacahan daging, pengemasan, hingga distribusi.
Baca juga: Idul Adha Berbagi, Cak Yebe Salurkan 41 Hewan Kurban untuk Warga Hingga Ojol
Selain itu, tersedia pula layanan pemotongan lepas tulang atau karkas besar dengan biaya Rp2 juta. Dalam layanan ini, panitia kurban tetap dapat melakukan pencacahan, penimbangan, dan pengemasan secara mandiri.
Fajar mengungkapkan adanya penyesuaian tarif dibanding tahun lalu. Biaya layanan potong lepas tulang naik dari Rp1,8 juta menjadi Rp2 juta, sedangkan layanan potong, kemas, dan kirim meningkat dari Rp2,5 juta menjadi Rp2,8 juta.
“Kenaikan biaya dipengaruhi meningkatnya harga bahan pendukung, termasuk kemasan food grade dan kebutuhan operasional lainnya,” jelasnya.
Di sisi lain, PT RPH Surabaya juga tengah bersiap memindahkan operasional dari lokasi Pegirian menuju fasilitas baru di kawasan Tambak Osowilangun.
Fajar mengatakan perpindahan belum dilakukan karena masih ada sejumlah fasilitas yang perlu diselesaikan di lokasi baru.
Baca juga: PDIP Surabaya Potong 14 Sapi Kurban di RPH, Gaungkan Idul Adha Bersih dan Higienis
“Kami ingin memastikan seluruh sarana dan prasarana benar-benar siap sebelum pindah. Rencananya operasional di lokasi baru dimulai pada 1 Juli,” ungkapnya.
Meski akan berpindah lokasi, mayoritas pelanggan disebut tidak mempermasalahkan relokasi tersebut.
“Mereka tetap membutuhkan layanan RPH untuk membantu proses pemotongan hewan kurban,” bebernya.
Fajar pun bersyukur para pelanggan setia PT RPH Surabaya tetap memilih menggunakan layanan RPH meski nantinya beroperasi di Tambak Osowilangun.
“Pelanggan kami tetap bersama RPH dan menyesuaikan dengan lokasi operasional yang baru,” pungkasnya.
Editor : rudi