SURABAYA – Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, Cahyo Siswo Utomo, menggelar kegiatan penjaringan aspirasi masyarakat (reses) di Balai RW 09, Kelurahan Pakis, Kecamatan Sawahan, Selasa (26/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah persoalan disampaikan warga, mulai dari kesejahteraan lansia, sengketa administrasi pertanahan, pengelolaan sampah, hingga persoalan pengangguran.
Baca juga: Salat Iduladha di Balai Kota Surabaya Diguyur Gerimis, Pemkot Salurkan 80 Hewan Kurban
Cahyo menyoroti kondisi lansia yang kehilangan sumber penghasilan setelah ditinggal wafat pasangan hidupnya. Menurutnya, persoalan tersebut perlu mendapatkan perhatian serius karena menyangkut keberlangsungan hidup warga lanjut usia.
“Tadi yang menjadi atensi saya adalah lansia yang ditinggal wafat oleh suaminya, kemudian sudah tidak ada pemasukan,” tutur Cahyo Pada Warta Artik.id
Selain itu, Ketua Fraksi PKS DPRD Surabaya tersebut juga menerima keluhan terkait persoalan administrasi pertanahan yang dialami sejumlah warga, khususnya dalam pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di atas Hak Pengelolaan Lahan (HPL).
“Ada warga yang mengeluh saat mengurus HGB di atas HPL. Ketika diurus sampai ke BPN, IPT-nya ditarik oleh BPKAD. Lalu saat proses di BPN ternyata ada masalah yang diklaim oleh Pertamina. Akhirnya HGB di atas HPL itu tidak bisa keluar, sementara warga juga tidak memegang IPT,” ungkapnya.
Menindaklanjuti persoalan tersebut, Cahyo mengaku akan berkoordinasi dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) agar dokumen perizinan warga setidaknya dapat dikembalikan sebagai pegangan administrasi sementara.
“Nanti kita komunikasikan dengan BPKAD, setidaknya surat izinnya bisa dikembalikan dulu sebagai pegangan mereka,” katanya.
Baca juga: Idul Adha Berbagi, Cak Yebe Salurkan 41 Hewan Kurban untuk Warga Hingga Ojol
Persoalan lain yang turut disampaikan warga yakni rencana pembangunan fasilitas pengelolaan sampah di area taman lingkungan. Warga mengaku khawatir keberadaan fasilitas tersebut dapat menimbulkan bau tak sedap dan mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar.
Cahyo menegaskan, aspirasi itu perlu menjadi perhatian serius pemerintah kota, terlebih lokasi tempat pembuangan sampah sementara saat ini berada dekat area makam dan dinilai belum optimal pengelolaannya.
“Ini juga menjadi perhatian saya untuk disampaikan kepada dinas terkait,” ujarnya.
Baca juga: Reses di Kutisari, Anas Karno Dorong Kelurahan Aktif Edukasi Lokasi TPS Bulky Waste ke Warga
Tak hanya itu, Politisi Muda PKS Surabaya itu juga menilai tingginya angka pengangguran, khususnya di kalangan lulusan SMA yang belum mendapatkan pekerjaan. perlu adanya pendataan yang lebih maksimal serta langkah konkret untuk mengurangi angka pengangguran terbuka di Surabaya.
“Kita coba tindak lanjuti pendataannya. Minimal pengangguran terbuka bisa dikurangi satu per satu,” bebernya.
Ia menambahkan, generasi muda saat ini memiliki peluang kerja yang lebih luas dibanding sebelumnya, terutama di sektor digital seperti konten kreator, editor, reviewer, hingga profesi berbasis teknologi lainnya.
Melalui forum reses tersebut, Cahyo berharap berbagai aspirasi warga tidak berhenti sebatas penyampaian keluhan, melainkan dapat ditindaklanjuti menjadi solusi nyata melalui kolaborasi antara DPRD, pemerintah kota, dan instansi terkait.
Editor : rudi