Reses Cak Yebe di Tambak Osowilangon, Bantuan Mengalir Untuk Fasilitas dan UMKM Warga

Reporter : rudi
suasana reses Cak YeBe di Tambak Osowilangon (doc.udin)

SURABAYA – Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko atau yang akrab disapa Cak Yebe, menggelar reses Sidang Ke 2 tahun anggaran 2026 l di Tambak Osowilangon, kawasan perbatasan Surabaya–Gresik, Kamis (12/2/2026). 

Kegiatan tersebut disambut antusias ratusan warga yang hadir untuk menyampaikan aspirasi sekaligus menyimak program yang dipaparkan.

Baca juga: Reses Azhar Kahfi Sosialisasikan Program Gen Z 47Milliar, Anak Muda Rentan Jadi prioritas

 

Dalam dialog bersama masyarakat, Cak Yebe menilai,wilayah perbatasan harus mendapatkan perhatian yang sama seperti kawasan lainnya di Surabaya. Ia tidak ingin ada kesenjangan pelayanan publik maupun akses terhadap program pemerintah.

 

Ia juga mensosialisasikan pentingnya pembaruan dan validitas data melalui DTSEN sebagai dasar penyaluran bantuan sosial. Menurutnya, ketepatan data menjadi faktor utama agar bantuan tidak salah sasaran.

“Data harus benar-benar sesuai kondisi di lapangan. Kalau tidak valid, yang berhak bisa terlewat, sementara yang tidak memenuhi kriteria justru menerima,” tuturnya.

 

Politisi Partai Gerindra Surabaya itu juga, mengajak warga berperan aktif saat proses pendataan berlangsung.

"kami meminta masyarakat menerima petugas survei dengan terbuka dan memberikan keterangan yang jujur agar kebijakan sosial yang disusun pemerintah kota Surabaya benar-benar tepat dan terukur,"harapnya.

 

Baca juga: Isak Tangis Mahasiswi Imbas Pemotongan UKT PECAH Warnai Reses Ajeng Wira Wati

Selain menyerap aspirasi dan sosialisasi program, Cak Yebe juga menyerahkan sejumlah bantuan fasilitas untuk menunjang aktivitas warga. Bantuan berupa terop, kursi, dan meja diharapkan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan kemasyarakatan, mulai dari rapat RT hingga acara keagamaan.

 

Untuk mendukung kebersihan lingkungan, ia turut menyerahkan mesin pemotong rumput sebagai sarana memperkuat budaya gotong royong.

Di bidang pemberdayaan ekonomi, bantuan senilai Rp5 juta diserahkan kepada pelaku UMKM jahit setempat untuk pembelian mesin jahit.

 

Baca juga: Abdul Malik Warning Rumah Sakit Surabaya, Keselamatan Pasien Harga Mati

 Salah satu penerima bantuan, Lailatul Rahimah, menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan.Ia mengaku kelompok UMKM jahit di lingkungannya selama ini masih kekurangan fasilitas, khususnya mesin pembuat lubang kancing.

“Selama ini kalau bikin lubang kancing harus ke Gresik, satu kancing Rp1.000. Sekarang alhamdulillah bisa dikerjakan sendiri,” tuturnya.

 

Dengan tambahan peralatan tersebut,tambah Cak YeBe, para pelaku usaha tidak lagi harus keluar daerah untuk menyelesaikan pesanan. Produktivitas diharapkan meningkat dan pendapatan keluarga pun bertambah.

“Semoga bantuan ini menjadi pemicu semangat agar UMKM di wilayah perbatasan bisa tumbuh lebih kuat dan mandiri,” pungkasnya.(rda)

Editor : rudi

Peristiwa
10 Berita Teratas Pekan Ini
Berita Terbaru