SURABAYA – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menunjukkan keprihatinan mendalam atas kondisi ratusan mahasiswa dari keluarga prasejahtera (Desil 1-5) di Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang terancam putus kuliah akibat kesulitan membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT).
Rasa prihatin ini muncul setelah Eri mendengarkan langsung "curhat" dari para rektor yang tergabung dalam Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABP-PTSI) Jawa Timur.
Baca juga: Banyak Salah Sasaran, Pemkot Surabaya Evaluasi Beasiswa Pemuda Tangguh 2026
Eri Cahyadi: Kewajiban Saya Bantu Warga Miskin
Usai pertemuan, Wali Kota Eri menegaskan komitmennya untuk membantu para mahasiswa tersebut. Ia berencana merevisi Peraturan Wali Kota (Perwali) lama tentang Tata Cara Pemberian Beasiswa untuk memasukkan kategori mahasiswa PTS.
"Sesuai janji dan sumpah saya sebagai wali kota, kewajiban saya adalah mengentaskan kemiskinan dan membantu orang miskin, bukan membantu segelintir orang kaya," tegas Eri, Minggu (25/1/2026).
Eri menambahkan, bantuan ini sangat krusial agar para mahasiswa miskin di PTS bisa menyelesaikan studi, menjadi sarjana, dan pada akhirnya mengubah nasib ekonomi keluarga mereka.
Sinkronisasi Data Mahasiswa PTS dengan Pemkot
Berdasarkan temuan para rektor, jumlah mahasiswa kategori miskin di PTS Surabaya cukup signifikan. Sebagai contoh, di STIESIA Surabaya saja, jumlahnya mencapai sekitar 300 orang.
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Eri Cahyadi meminta jajaran Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya segera mensinkronkan data mahasiswa tidak mampu dari PTS dengan data internal Pemkot.
"Setelah datanya cocok dan terverifikasi masuk Desil 1-5, bantuan UKT akan segera kami berikan," jelasnya.
Target Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana
Bantuan UKT dari Pemkot Surabaya ini tidak hanya menyasar calon mahasiswa baru, tetapi juga mahasiswa aktif yang terkendala biaya.
"Jadi, yang masih kuliah tapi tidak mampu bayar UKT, akan kita tanggung biayanya," kata Wali Kota yang akrab disapa Cak Eri ini.
Program ini merupakan bagian integral dari upaya Pemkot Surabaya untuk merealisasikan target ambisius "Satu Keluarga Miskin, Satu Sarjana" di Kota Pahlawan. Cak Eri menekankan bahwa bantuan UKT gratis ini tidak dibatasi kuota, dan mahasiswa bebas memilih PTS manapun yang mereka inginkan.
"Pemerintah harus betul-betul hadir untuk orang yang tidak mampu," ujarnya.
Baca juga: Agus Mashuri Kawal Beasiswa Pemuda Tangguh, Pastikan Kuliah Tetap Berjalan
Apresiasi dari ABP-PTSI Jatim
Ketua ABP-PTSI Jawa Timur, Dr. Budi Endarto, mengapresiasi langkah Wali Kota Eri Cahyadi sebagai sebuah "terobosan berani" dan "gerakan revolusioner".
"Selama ini, mahasiswa dari keluarga miskin memang banyak ditemukan di PTS. Harapan kami, bantuan ini bisa mengawal target peningkatan kualitas pendidikan di Surabaya," tutup Budi.
Editor : Fudai