SURABAYA - Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Dr. Zuhrotul Mar’ah, menyambut positif dan memberikan apresiasi tinggi atas langkah progresif Pemerintah Kota Surabaya dalam membentengi anak-anak dari paparan konten digital yang tidak sehat.
Kebijakan ini menjadi penegasan bahwa pemerintah kota terus berupaya menjawab tantangan zaman, khususnya di era digital yang kian sulit dikendalikan.
Baca juga: Sudah Lunas, Hak Dasar Dicabut, DPRD Surabaya Desak Pemkot Tindak Tegas Pengelola Bale Hinggil
Dr.Zuhro menanggapi, arus informasi yang begitu cepat serta mudahnya akses terhadap game dan konten berbasis kekerasan telah menjadi ancaman nyata terhadap perkembangan mental dan sosial anak-anak. Karena itu, pemerintah harus hadir dengan kebijakan yang berani dan terukur.
"Perlindungan digital tidak cukup hanya dengan imbauan, melainkan membutuhkan kerja sama strategis antar pemangku kepentingan. Karena itu, kami apresiasi langkah Pemkot Surabaya yang mengukuhkan komitmen tersebut melalui Deklarasi Anak Surabaya Digital Aman dan penandatanganan Tri Darma Digital," Terangnya pada Warta Artik.id Sabtu (29/11).
Srikandi Politisi PAN Surabaya itu menilai, Perlibatan berbagai institusi seperti BNN, Densus, Kepolisian, Komnas Perlindungan Anak, NGO, hingga sektor pendidikan menunjukkan keseriusan kota ini dalam membangun ekosistem digital yang sehat dan aman bagi anak-anak.
Baca juga: Ratusan Warga Bale Hinggil “Disandera” Tanpa Listrik dan Air
"Ini bukan hanya upaya membatasi, tetapi melindungi generasi penerus dari risiko yang mungkin tidak disadari oleh orang tua maupun masyarakat," ujarnya dalam kesempatan tersebut.
Dr. Zuhro juga mendorong, program ini harus didukung dengan edukasi kepada orang tua dan sekolah, sebab pengawasan konten digital tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak.
Baca juga: Pembatasan Gawai di Sekolah Dinilai Tepat, DPRD Surabaya Tekankan Peran Orang Tua
"Perlunya, Langkah lanjutan yang mencakup literasi digital, pendampingan psikologis, serta pemanfaatan teknologi yang lebih cerdas untuk mendeteksi konten berbahaya Bagi Anak Anak Surabaya," Tutup dr Zuhrotul Mar'ah.
Dengan begitu, Surabaya dapat menjadi kota percontohan dalam menciptakan lingkungan digital yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh,baik dari sisi mental, karakter, maupun perilaku sosial.(Rda)
Editor : rudi