BANYUWANGI | ARTIK.ID - Festival Barong Kumbo, yang merupakan bagian dari Banyuwangi Festival 2024, digelar dengan meriah di Lapangan Desa Watukebo, Kecamatan Blimbingsari, pada Minggu (22/9/2024).
Gelaran itu diikuti oleh puluhan sanggar seni dari seluruh Banyuwangi, dengan anggota yang mayoritas anak-anak muda, dengan menampilkan 28 jenis barong, seperti barong kumbo rudo-rudo dan barong prejeng, sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya daerah.
Baca juga: Investasi Pabrik Kaleng Rp200 Miliar Resmi Beroperasi di Banyuwangi, Tekan Kebutuhan Impor
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, dalam sambutannya menekankan bahwa festival tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga wadah kreatif bagi generasi muda untuk mencintai dan melestarikan seni tradisional.
Festival Barong Kumbo dimulai dengan ritual “meras” barong kumbo rudo-rudo untuk memohon keselamatan bagi para peserta, dilanjutkan dengan teatrikal yang mengisahkan legenda barong kumbo, serta parade barong yang memikat perhatian penonton.
Baca juga: Ipuk Fiestiandani Bersama Khofifah Lepas Ekspor 270 Ton Sarden Banyuwangi ke Berbagai Negara
"Barong di Banyuwangi dianggap sebagai simbol kerukunan dan memiliki filosofi mendalam, dengan bentuk menyerupai singa yang melambangkan kegagahan," kata Ipuk.
Jenis-jenis barong yang ditampilkan bervariasi, mulai dari Barong Kumbo Rudo-Rudo, Prejeng, hingga Kemiren. Selain itu, stan khusus di lokasi festival juga menampilkan proses pembuatan barong.
Baca juga: Program Prioritas Kesehatan Banyuwangi Diperkuat Lewat Kolaborasi Lintas Sektor
Salah satu pengunjung, Anisa, mengaku sangat antusias menyaksikan berbagai jenis barong dalam satu acara. Ia merasa festival ini memberikan wawasan tentang kekayaan dan keragaman barong di Banyuwangi.
Editor : Fudai