GIANYAR | ARTIK.ID - Di tengah kesendirian yang menghimpit, Dadong Landri dari Banjar Suwat Kelod, Desa Suwat, Gianyar, harus menjalani hidup sebatang kara setelah kepergian suaminya, Pekak Nayi, dan anak pertamanya yang telah tiada beberapa waktu lalu. Kondisi semakin menggelayuti saat anak keduanya tengah berjuang melawan gangguan jiwa di rumah sakit jiwa Bangli.
Kini, rumah Dadong Landri di Suwat menjadi saksi bisu atas perjuangannya mengais rezeki. Usia yang tak lagi memungkinkan untuk bekerja berat membuatnya hanya mengandalkan mencari kayu bakar sebagai mata pencaharian di kebun atau tegal di sekitar desa. Meski demikian, kehidupan tak memadamkan nyala harapannya.
Baca Juga: Atasi Kelangkaan Air: Kepolres Gianyar Resmikan Sumur Bor Sari Pertiwi di Pura Lumbung Desa Sukawati
Bantuan yang mengalir dari berbagai pihak, baik itu dari pemerintah maupun dermawan yang peduli, menjadi tiang penyangga kesulitannya. Namun, satu-satunya doa yang terus mengiringi langkahnya adalah kesembuhan anaknya dari rumah sakit jiwa Bangli, serta kekuatan bagi dirinya untuk menjaga kesehatan hingga akhir nanti.
Baca Juga: Kisah Pilu Lansia Ketut Rami yang Menggetarkan Hati: Menyongsong Cahaya di Tengah Kelamnya Kehidupan
Dalam kegelapan itu, cahaya kebaikan terus berpendar. Kata-kata bijak dari Ngakan Yess, selaku pimpinan PT SMS "Jalan nyata menuju kebahagiaan ialah dengan membahagiakan orang lain," menjadi titik terang bagi Dadong Landri. Kehadiran Tim PT SMS membawa bantuan sembako, di mana 30 persen dari pendapatan kami dialokasikan untuk berbagi kepada sesama, memberikan harapan baru bagi Dadong Landri.
Terima kasih disampaikan kepada berbagai lembaga keuangan di Bali, seperti LPD Bali, BPR, Gerakan KOPERASI Bali, dan Bank BPD Bali, serta narasumber tokoh masyarakat yang turut serta dalam mendukung kegiatan pemberitaan, ujuar Ngakan yess.
Baca Juga: Tekad Ibu Tegar, Dibantu PT SMS dan Bank Surya, Antar Anak Yatim Piatu Raih Mimpi
Dukungan ini bukan hanya sekedar bantuan materi, tetapi juga sinar kehangatan bagi Dadong Landri, meneguhkan keyakinannya bahwa di tengah kegelapan, masih ada cahaya yang memancar, dan di dalam kesulitan, masih ada kebaikan yang terwujud.(*)
Editor : LANI