Pemantauan Arus Mudik Lebaran di Pelabuhan Gilimanuk Melalui Udara, Laut, dan Darat

PANTAU TERUS : Pemantauan dari udara dengan drone Pos SAR Jembrana, Basarnas Jembrana di Pelabuhan Gilimanuk Minggu (7/4/2024). (foto: drone pos SAR Jembrana)
PANTAU TERUS : Pemantauan dari udara dengan drone Pos SAR Jembrana, Basarnas Jembrana di Pelabuhan Gilimanuk Minggu (7/4/2024). (foto: drone pos SAR Jembrana)

JEMBRANA | ARTIK.  - Pelabuhan Gilimanuk - Arus mudik lebaran di Pelabuhan Gilimanuk mendapat perhatian khusus dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), yang melakukan pemantauan tidak hanya di laut dan darat, tetapi juga melalui udara.

Pemantauan udara dilakukan dengan menggunakan drone yang diterbangkan oleh petugas dari Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana serta helikopter milik Basarnas. Helikopter tersebut terlihat mengelilingi seputaran Pelabuhan Gilimanuk beberapa kali dan menerbangi sekitar Selat Bali.

Baca Juga: Bupati Tamba Sambangi OPD, Pastikan Pelayanan Berjalan Dengan Baik.

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, Dewa Putu Hendri Gunawan, menjelaskan bahwa pemantauan ini bertujuan untuk memastikan angkutan lebaran berjalan aman, lancar, dan seluruh pemudik tiba di tujuan dengan selamat. Hingga saat ini, tidak ada kejadian signifikan yang membutuhkan pertolongan dari petugas.

DALAM PENGAWASAN : Pantauan udara Pelabuhan Gilimanuk.(foto: drone pos SAR Jembrana)DALAM PENGAWASAN : Pantauan udara Pelabuhan Gilimanuk.(foto: drone pos SAR Jembrana)

Baca Juga: Bupati Tamba Kagumi Jam Kayu Karya Anak Muda Jembrana

Arus mudik di Pelabuhan Gilimanuk menjadi fokus karena lintasan Lintas Ketapang Gilimanuk melintasi Selat Bali yang rawan cuaca buruk, terutama saat ini sedang beralih dari musim kemarau ke musim hujan. Oleh karena itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menekankan pentingnya koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi cuaca ekstrem.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga menekankan pentingnya koordinasi dengan BMKG setiap saat agar dapat siaga menghadapi kejadian yang diluar dugaan terkait cuaca. Hal ini melibatkan kesiapan personel dan peralatan keselamatan penumpang kapal untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem selama arus mudik lebaran.

Baca Juga: Enam Ranperda Disetujui Jadi Perda, Bupati Tamba : Bukti Sinergitas Eksekutif dan Legislatif

Semua pihak berharap bahwa dengan pemantauan yang cermat dan koordinasi yang baik, arus mudik lebaran dapat berjalan dengan aman dan lancar, serta semua pemudik sampai di tujuan dengan selamat.(*)

Editor : LANI