Rayakan HUT LPD Desa Adat Padonan Ke-33, Bekukan Aset Mencapai Rp 190 Miliar dan Laba Rp 2,5 Miliar

BADUNG | ARTIK.ID - LPD Desa Adat Padonan di kecamatan Kuta Utara Kabupaten Badung kini telah berusia 33 tahun, berdiri pada 1991 silam. Di usia tersebut, LPD Padonan mampu tumbuh positif dengan pertumbuhan aset dan laba yang sehat. Merayakan hari jadinya, LPD Padonan menggelar HUT.

Pemucuk LPD Desa Adat Padonan, I Made Arimbawa, SH, menyatakan dana awal penyerta Rp 2 juta dari Pemda Badung dan jejaton Rp 3 jutaan. "Itu sebagai modal awal Rp 5,9 juta," jelas dia ketika di temui pada, Sabtu, 6/4/2024 di Wantilan Pura Desa Adat Padonan Badung.

Baca Juga: Bank BPR Kanti Menjadi Pelopor Pelestarian Adat dan Budaya di Bali

Lebih lanjut dikatakan, berdasarkan data tutup buku, maka LPD Padonan sudah mengelola aset Rp 190 miliar. "Aset terkumpul dari tabungan secara sukarela. Ada tabungan berjangka," jelas dia.

Selanjutnya, LPD juga punya modal Rp 28 miliar. Melalui sejumlah dana yang dikelola, maka pihak LPD juga telah mampu membangun kantor, membeli kendaraan operasional. "Sisa dana kami letakkan dalam berbagai layanan di sejumlah bank," jelas dia. Pihak LPD juga memperoleh pendapatan dari hasil investasi di perbankan. "Pendapatan kami Rp 13 miliar," jelas dia.

Berkat kepercayaan masyarakat, maka LPD Desa adat Padonan Hinga Bulan Maret 2024 bisa memiliki aset Rp 193 miliar. "Ada peningkatan aset dengan pertumbuhan yang baik," ungkap dia.

Baca Juga: LPD Desa Adat Gulingan Tabanan Perkenalkan Produk Tabungan Tamas Prada dan Simpel Aset Rp 34 Miliar

Untuk penggunaan dana sudah meningkat dan sudah ada peningkatan di tahun buku 2023 kita LPD memberikan Dana Pembangunan ke Desa adat dari Laba 20 persen sebesar Rp 500 Juta.

Dikatakan, bahwa, selama 33 tahun berdiri, sudah tentu Banyak memberikan kontribusi nyata baik bidang sosial, agama dan budaya. "Di bidang sosial, kami ngaturan bakti sosial di Krama Padonan berupa sembako, baju kaos dan Krama meninggal dapat Rp 1,5 juta," jelas dia.

Selain itu, menyumbang ke Jero mangku, mantan Bendesa dan mantan kepala LPD masing-masing Rp 1 juta.
Selanjutnya di bidang budaya, bergerak di bulan bahasa berupa nyurat bahasa Bali. "Kami berikan dana motivasi ke peserta," jelas dia.

Baca Juga: Kasus Pembunuhan Brutal Guncang Bali: Pelaku Akui Motif Emosi

Bahkan saat lomba ogoh-ogoh ikut mendukung kegiatan STT.
Pihak LPD juga memberikan begitu banyak hadiah dan Doorprize serangkaian HUT ke-33 dengan tema "Kita tingkatkan kesejahteraan dan perekonomian Masyarakat krama desa adat melalui LPD yang sehat, Kuat, Aman dan Produktif".

Adapun harapan dan pesan ke depan, di usia ke-32, dengan kepedulian LPD agar Krama Padonan ikut mendukung LPD. "Agar LPD tumbuh dan berkembang," tutup dia. (Tim)

Editor : LANI