Garibaldi Thohir Optimistis Terhadap Target Volume Penjualan Batu Bara 2023

avatar Artik News

PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO), merupakan salah satu perusahaan batu bara terbesar di negeri ini. ADRO baru-baru ini melaporkan hasil positif pada semester pertama tahun 2023, dengan meningkatkan volume produksi dan penjualan batu bara secara signifikan.

Selain itu, ADRO juga berinvestasi pada proyek smelter aluminium yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan perekonomian Indonesia.

Baca Juga: Kata Airlangga Hartarto, Masyarakat Tidak Perlu Takut Memanfaatkan Teknologi AI

Menurut Presiden Direktur dan Chief Executive Officer ADRO, Garibaldi Thohir, perusahaan ini optimistis dapat mencapai target volume penjualan batu bara pada tahun 2023 yang berkisar antara 62 juta hingga 64 juta ton.

Hal ini didukung oleh pencapaian volume produksi sebesar 33,41 juta ton pada semester pertama tahun 2023, naik 19% dari 28,02 juta ton pada periode yang sama tahun sebelumnya. Volume penjualan juga mengalami kenaikan sebesar 19%, dari 27,50 juta ton menjadi 32,62 juta ton.

"Capaian kinerja pada semester pertama tahun 2023 ini sekaligus menandai pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan untuk jangka panjang," kata Garibaldi dalam siaran pers yang diterima pada Rabu (9/8/2023).

Ia menambahkan bahwa ADRO terus berkomitmen untuk menjalankan strategi bisnis yang bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan, serta berkontribusi positif bagi pembangunan nasional.

Baca Juga: FLEI Expo 2023 Membuat UMKM Indonesia Mendunia

Salah satu bentuk kontribusi ADRO adalah melalui pengembangan proyek smelter aluminium yang dikerjakan oleh PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI), anak usaha PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), yang juga merupakan anak usaha ADRO.

Proyek ini telah memperoleh pemenuhan pembiayaan sebesar US$ 1,58 miliar atau Rp2,5 triliun pada Mei 2023, dan ditargetkan dapat beroperasi pada tahun 2026 dengan kapasitas produksi 500.000 ton aluminium per tahun.

Proyek smelter aluminium ini merupakan langkah strategis ADRO untuk memanfaatkan potensi sumber daya mineral di Indonesia, khususnya bauksit yang merupakan bahan baku utama pembuatan aluminium.

Baca Juga: Saham BIMA dan OPMS Melejit ke Top Gainers di BEI

Dengan memiliki fasilitas pengolahan sendiri, ADRO dapat meningkatkan nilai tambah produknya dan mengurangi ketergantungan pada pasar ekspor. Selain itu, proyek ini juga diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan daerah, dan mendukung program ketahanan energi nasional.

(ara)

Editor : Fudai