Kebakaran Gudang Pertanian dan Kandang Sapi di Mendoyo, Menyebabkan Kerugian Rp 17 Juta

TERSELAMATKAN : Sapi menderita luka bakar tubuhnya usai kejadian kebakaran gudang dan kandang . (foto:Polsek Mendoyo/Jembrana)
TERSELAMATKAN : Sapi menderita luka bakar tubuhnya usai kejadian kebakaran gudang dan kandang . (foto:Polsek Mendoyo/Jembrana)

JEMBRANA | ARTIK.ID - Kebakaran melanda gudang penyimpanan alat pertanian dan kandang sapi di Banjar Tengah, Desa Mendoyo Dangin Tukad, Kecamatan Mendoyo pada Rabu (15/5/2024). Meskipun peralatan pertanian, pupuk, dan satu ekor sapi berhasil diselamatkan, namun sapi mengalami luka bakar pada bagian leher.

Menurut Kapolsek Mendoyo Kompol I Dewa Gede Artana, kebakaran terjadi pada Rabu pagi sekitar pukul 07.30 Wita. "Gudang tempat menyimpan alat pertanian berdampingan dengan kandang sapi," ungkapnya.

Baca Juga: KSP Indo Bangun Artha Mandiri Menarik Banyak Anggota dalam Delapan Bulan, Aset Tembus Rp 2,9 Miliar

Kapolsek menjelaskan bahwa korban, I Gede Sugiana (55 tahun), ketika berada di rumahnya, dipanggil oleh saksi, I Made Adiana (56 tahun), yang memberitahu bahwa gudang tempat penyimpanan alat pertanian yang bersebelahan dengan kandang sapi dalam keadaan terbakar.

"Warga, bersama-sama dengan korban dan saksi, berupaya memadamkan api dengan alat seadanya," jelasnya.

Baca Juga: Tingkatkan Kompetensi, Peserta Pelatihan Kerja Jembrana Dilatih Berbahasa Jepang

Meskipun penyebab kebakaran belum diketahui dengan pasti karena tidak ada aliran listrik, tempat persembahyangan, atau tanda-tanda akibat rokok, tim identifikasi Polres Jembrana masih belum bisa menyimpulkan sumber api.

Dalam kebakaran tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp 17 juta. Barang-barang yang terbakar antara lain bangunan gudang terbuka tempat penyimpanan obat-obatan pertanian, pompa air, selang, pupuk, obat semprot pertanian, dan dua unit penyemprotan elektrik.

Baca Juga: Wabup Ipat Lepas 82 Jemaah Haji asal Kabupaten Jembrana

Satu ekor sapi induk juga mengalami luka bakar pada leher dan bahu. Upaya penanganan dan investigasi lebih lanjut terus dilakukan oleh pihak berwenang untuk mengidentifikasi penyebab pasti serta meminimalisir risiko kejadian serupa di masa mendatang.(*)

Editor : LANI