Baktiono Ungkap Arti Angka 3 Nomor Urut Ganjar adalah Trisakti Bung Karno

Reporter : Fudai

SURABAYA | ARTIK.ID - Politikus PDI Perjuangan, Baktiono, mengaku senang dengan nomor urut 3 yang didapat oleh pasangan calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Menurutnya, nomor urut tersebut merupakan jawaban atas doa seluruh kader dan simpatisan PDIP di seluruh Indonesia.

Baca juga: Ajeng Wira Wati Nilai Larangan Medsos Anak Jadi Langkah Preventif dan Literasi Digital Pemerintah

"Kita berdoa agar dapat nomor 3 karena sesuai dengan lambang PDIP yang metal, tapi sesungguhnya angka 3 itu adalah Trisakti Bung Karno," kata Baktiono dikutip dari artik.id, Kamis (16/11).

Baktiono percaya bahwa nomor urut 3 merupakan pertanda baik bagi PDIP dan pasangan Ganjar-Mahfud. Ia yakin bahwa doa-doa mereka untuk memenangkan pemilu presiden 2024 akan dikabulkan.

"Kalau doa nomor urut saja dikabulkan, maka doa berikutnya untuk mas Ganjar dan pak Mahfud untuk memimpin negeri ini juga pasti dikabulkan," ujarnya.

Baktiono juga optimis bahwa PDIP akan memenangkan pemilu presiden 2024. Ia menilai bahwa internal partainya sudah kompak dan solid dalam mendukung Ganjar-Mahfud.

Baca juga: PDI Perjuangan Surabaya Dorong Efisiensi APBD Hadapi Ancaman Harga Minyak Dunia

"Elektabilitas di internal PDIP tinggi, walaupun di eksternal belum signifikan. Tapi kita yakin akan terus naik," katanya.

Baktiono juga membantah anggapan bahwa elektabilitas Ganjar-Mahfud masih rendah. Ia mengatakan bahwa PDIP memiliki survei sendiri yang menunjukkan bahwa elektabilitas pasangan tersebut cukup tinggi.

"Survei kita bukan abal-abal. Kalau survei yang semau kehendak hati pemesannya itu tidak fair, membohongi publik," tegasnya.

Baca juga: Buka Bersama Sedulur H.Agus Mashuri,Perkuat Kebersamaan Dengan Masyarakat

Baktiono mengatakan bahwa PDIP tidak akan menggunakan survei abal-abal dalam kampanyenya. Ia menegaskan bahwa PDIP akan selalu jujur dan transparan kepada rakyat.

"Ibu Megawati sudah wanti-wanti kita agar jangan membohongi rakyat," pungkasnya.

(diy)

Editor :

Peristiwa
10 Berita Teratas Pekan Ini
Berita Terbaru