SURABAYA | ARTIK.ID - Terkait gonjang-ganjing untuk pemekaran dapil di Kota Surabaya, legislator muda Partai Gerindra, Bahtiyar Rifai membuka suara.
Menurutnya, penambahan dapil perlu mempertimbangkan jumlah penduduk. Sebab, sampai akhir periode semester 1, Juni 2022, penduduk di Kota Surabaya dikisaran 2.970 juta.
Baca juga: Neng Ais Yakin Muscab PKB Surabaya Lahirkan Soliditas Struktur Partai Yang Responsif Untuk Rakyat
"Ini bisa dipakai sebagai acuan untuk menentukan dapil," ujar Anggota Komisi A tersebut.
Dikatakan, sudah hampir 4 Pemilu, Surabaya belum ada tanda-tanda pemekaran daerah pemilihan.
Hanya saja, yang berubah pergeseran kecamatan. Maka ia meminta ada kajian terkait penambahan dapil.
"Minimal 6 dulu, tidak langsung loncat 7 dapil." tururnya.
Baca juga: Cak YeBe Dukung Rotasi 78 Pejabat Pemkot Surabaya Berbasis Kinerja Bukan "Circle"
Bahtiyar, membandingkan dengan jumlah dapil di Kabupaten Sidoarjo dan Gresik, yang mana dua kabupaten tersebut, daerah pemilihannya lebih banyak ketimbang Surabaya.
Padahal, menurut Bahtiyar kecamatan di Kota Surabaya ada 31, untuk itu harus harus ada kajian yang lebih dalam.
"Contoh dapil 5 itu ada 9 Kecamatan, kan tidak mungkin caleg nanti itu menelusuri semua kecamatan, paling tidak dibagi berapa sesuai dengan hitung-hitungan SOP penyusunan dapil," tegas Bahtiyar
Baca juga: WFH Jumat ASN Surabaya, DPRD Minta Implementasi Tak Sekadar Formalitas
Bahtiyar pun meyakini, pemekaran dapil di Surabaya sebenarnya sudah sangat layak, mengingat ada prinsip kesinambungan dengan dapil sebelumnya.
"Hitungan-hitungan dapil kalau dipecah bisa, misalkan ada 6, itu masih logis dengan hitung-hitungan penduduk yang saat ini ada," pungkas Bahtiyar.
(rudam)
Editor :