SURABAYA – Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Surabaya bersama Badan Pelaksana Kaderisasi (BPK) Pemuda Pancasila Jawa Timur terus mematangkan persiapan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kader Pratama yang dijadwalkan berlangsung pada 23–25 Oktober 2026 di Mentari Camp, Trawas, Kabupaten Mojokerto.
Kesiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar pada Selasa (20/10/2026), pukul 16.00 WIB, bertempat di Kantor Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Jawa Timur, Jalan Jaksa Agung Suprapto Nomor 21, Surabaya.
Baca juga: Rudik Setiawan Kenalkan Program OK, Soliditas
Rapat koordinasi tersebut dihadiri Sekretaris MPW Pemuda Pancasila Jawa Timur, H. M. Diah Agus Muslim, S.H.; Sekretaris MPC Pemuda Pancasila Kota Surabaya, H. Baso Juherman, S.P., S.H., M.HP.; Ketua Pengurus Wilayah Badan Pelaksana Kaderisasi Pemuda Pancasila Jawa Timur, H. Muhammad Alyas, S.H., M.Hum.; serta Ketua Pengurus Cabang Badan Pelaksana Kaderisasi Pemuda Pancasila Kota Surabaya sekaligus Master of Training (MoT), Nurdin Longgari.
Diklat Kader Pratama tahun ini mengusung tema "Meneguhkan Ideologi Pancasila, Membangun Jiwa Korsa, Mewujudkan Kader yang Disiplin dan Berintegritas".
Sebanyak 308 peserta direncanakan mengikuti kegiatan tersebut. Mereka tidak hanya berasal dari Kota Surabaya, tetapi juga sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Timur, antara lain Tuban, Malang, Lumajang, Mojokerto, Gresik, dan Pasuruan.
Sekretaris MPW Pemuda Pancasila Jawa Timur, H. M. Diah Agus Muslim, S.H., menekankan pentingnya pendidikan dan pelatihan kaderisasi sebagai bagian dari proses pembentukan sumber daya manusia organisasi yang berkualitas, berkarakter, serta memiliki pemahaman ideologi yang kuat.
Menurutnya, setiap anggota Pemuda Pancasila perlu mendapatkan pendidikan kaderisasi secara berjenjang agar tidak hanya mengenakan atribut organisasi, tetapi juga memahami sejarah perjuangan, ideologi, aturan organisasi, serta tanggung jawab sebagai kader Pemuda Pancasila.
Ia menilai, kekuatan organisasi tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya jumlah anggota, melainkan oleh kualitas kader yang memiliki loyalitas, kedisiplinan, integritas, dan kemampuan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
Pendidikan kaderisasi juga dipandang sebagai sarana strategis untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila, memperkuat nasionalisme, membangun jiwa korsa, serta menumbuhkan kesadaran berorganisasi secara bertanggung jawab.
Melalui Diklat Kader Pratama, para peserta diharapkan memiliki pemahaman yang benar mengenai jati diri Pemuda Pancasila sebagai organisasi kemasyarakatan yang menjunjung tinggi ideologi Pancasila dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
M. Diah Agus Muslim juga menekankan bahwa kaderisasi tidak boleh dipandang sekadar sebagai kegiatan seremonial ataupun persyaratan administratif dalam organisasi.
Sebaliknya, pendidikan kader harus menjadi proses pembentukan karakter yang berkelanjutan sehingga setiap kader mampu menunjukkan sikap, perilaku, dan tindakan yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Ia berharap Diklat Kader Pratama yang diselenggarakan MPC Pemuda Pancasila Kota Surabaya dapat menjadi momentum untuk memperkuat kualitas kader sekaligus mendorong pelaksanaan pendidikan kaderisasi secara lebih luas di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur.
Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah Badan Pelaksana Kaderisasi Pemuda Pancasila Jawa Timur, H. Muhammad Alyas, S.H., M.Hum., menyampaikan apresiasi kepada MPC Pemuda Pancasila Kota Surabaya atas tingginya antusiasme kader dalam mengikuti Diklat Kader Pratama.
Menurutnya, besarnya minat peserta menunjukkan adanya kesadaran dan motivasi kuat dari jajaran pengurus maupun anggota Pemuda Pancasila untuk meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan organisasi.
Terlebih, kegiatan tersebut diselenggarakan secara mandiri dengan partisipasi pembiayaan dari peserta.
"Ini betul-betul diklat yang mandiri karena pesertanya membayar. Hal tersebut menjadi indikator bahwa para kader memang memiliki keinginan kuat untuk mendapatkan pembekalan sebagai kader Pemuda Pancasila," ujar Muhammad Alyas.
Baca juga: Mako MPC PP Gunungsari Jadi Pusat Turnamen Kemerdekaan HUT RI ke-81
Ia menjelaskan bahwa peserta yang berhasil menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan kaderisasi akan memperoleh sertifikat Kader Pratama beserta emblem sebagai identitas kader yang telah mengikuti pendidikan pada jenjang tersebut.
Menurutnya, kualifikasi kaderisasi menjadi bagian penting dalam pengembangan sumber daya manusia organisasi, termasuk sebagai bekal untuk mengikuti jenjang pendidikan kaderisasi berikutnya.
Muhammad Alyas juga menilai pelaksanaan Diklat Kader Pratama di Surabaya dapat menjadi pemantik semangat bagi MPC Pemuda Pancasila di kabupaten dan kota lainnya untuk menyelenggarakan pendidikan kader secara terstruktur, mandiri, dan berkesinambungan.
Ia berharap semakin banyak kader Pemuda Pancasila yang memperoleh kesempatan mengikuti pendidikan formal organisasi, sehingga kualitas kepemimpinan dan pemahaman ideologi anggota terus meningkat.
Dalam rapat koordinasi tersebut, pembahasan difokuskan pada tiga aspek utama, yakni kesiapan teknis pelaksanaan, kelengkapan administrasi peserta, serta inventarisasi materi dan narasumber.
Aspek teknis mencakup kesiapan panitia pelaksana, sarana dan prasarana, akomodasi, konsumsi, serta berbagai kebutuhan pendukung selama pelaksanaan diklat.
Sementara itu, aspek administrasi meliputi validasi data peserta, kelengkapan dokumen pendaftaran, serta penginputan data ke dalam sistem pengelolaan pendidikan kaderisasi.
Rapat juga membahas kesiapan materi pembelajaran, penentuan narasumber, serta pengaturan jadwal pendidikan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan tertib, efektif, dan sesuai dengan tujuan kaderisasi.
Sekretaris MPC Pemuda Pancasila Kota Surabaya, H. Baso Juherman, S.P., S.H., M.HP., turut mengikuti pembahasan menyeluruh mengenai kesiapan penyelenggaraan kegiatan, termasuk koordinasi antara jajaran pengurus, Badan Pelaksana Kaderisasi, dan panitia pelaksana.
Baca juga: Catatan Mubes Pemuda Pancasila XI, Aktifkan Kembali Partai Patriot
Adapun Ketua Pengurus Cabang Badan Pelaksana Kaderisasi Pemuda Pancasila Kota Surabaya sekaligus Master of Training, Nurdin Longgari, memiliki peran dalam koordinasi teknis pendidikan, pengaturan proses pembelajaran, serta penyelarasan materi dengan tujuan dan jenjang kualifikasi kaderisasi.
Keterlibatan unsur MPW, MPC, dan Badan Pelaksana Kaderisasi diharapkan mampu memastikan kegiatan berlangsung sesuai mekanisme dan ketentuan pendidikan kaderisasi organisasi.
Diklat Kader Pratama akan membekali peserta dengan sejumlah materi dasar yang berkaitan dengan ideologi Pancasila, wawasan kebangsaan, sejarah dan dinamika organisasi Pemuda Pancasila, kepemimpinan, kedisiplinan, serta pembentukan jiwa korsa.
Selain meningkatkan pemahaman terhadap organisasi, pendidikan ini juga diarahkan untuk membangun karakter kader yang memiliki rasa tanggung jawab, solidaritas, kepedulian sosial, dan komitmen menjaga persatuan bangsa.
Melalui proses pendidikan yang terarah, peserta diharapkan mampu memahami hak dan kewajiban sebagai anggota organisasi sekaligus mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Pelaksanaan Diklat Kader Pratama yang melibatkan peserta lintas daerah juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarkader Pemuda Pancasila di Jawa Timur.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, MPC Pemuda Pancasila Kota Surabaya bersama Badan Pelaksana Kaderisasi Pemuda Pancasila Jawa Timur optimistis kegiatan tersebut dapat berjalan lancar dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas kader organisasi.
Diklat Kader Pratama ini diharapkan tidak sekadar melahirkan kader yang memiliki sertifikat pendidikan, tetapi juga membentuk kader Pemuda Pancasila yang tangguh, berintegritas, berjiwa nasionalis, serta mampu menjadi teladan dalam menjaga nilai-nilai Pancasila dan keutuhan NKRI.
Editor : malik