BEKASI, artik.id – Kontingen Muaythai Indonesia Jawa Timur tampil gemilang pada Indonesia Muaythai Championship (IMC) 2026 yang resmi berakhir di GOR Bang Yan, Kota Bekasi, Minggu (9/8/2026).
Jawa Timur berhasil keluar sebagai juara umum kategori Elite setelah mengoleksi total 16 medali emas. Torehan tersebut terdiri dari 12 medali emas dari kategori Master & Elite usia 18–40 tahun dan tambahan 4 medali emas dari kategori seni.
Baca juga: IMC 2026 Jawa Timur Dominan di Elite, Disusul Jawa Barat dan DKI Jakarta
Selain 16 emas, Jawa Timur juga meraih 3 medali perak dan 1 medali perunggu pada kategori Master & Elite usia 18–40 tahun. Capaian tersebut menempatkan Jawa Timur sebagai kontingen paling dominan di kelas Elite pada IMC 2026.
Persaingan di kategori tersebut berlangsung ketat. Jawa Barat berada di posisi berikutnya dengan raihan 3 medali emas, 6 perak dan 7 perunggu pada kategori Master & Elite usia 18–40 tahun.
Sementara DKI Jakarta mengoleksi 3 medali emas, 2 perak dan 5 perunggu.
Dominasi Jawa Timur menjadi gambaran kuatnya proses pembinaan Muaythai di Jawa Timur sekaligus menunjukkan semakin kompetitifnya persaingan antardaerah dalam kejuaraan nasional.
Ketua Pengprov Muaythai Indonesia Jawa Timur, Baso Juherman, menyambut positif pencapaian para atletnya.
“Saya sangat bersyukur. Hasil ini sangat membanggakan. Para atlet Jawa Timur tampil luar biasa,” ujar Baso.
Menurut Baso, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja keras atlet, pelatih, pengurus serta proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan.
Ia menilai persaingan pada IMC 2026 cukup ketat karena mempertemukan atlet-atlet terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.
Karena itu, raihan medali Jawa Timur tidak hanya dipandang sebagai prestasi, tetapi juga menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan pada masa mendatang.
“Medali ini bukan sekadar angka. Di balik setiap medali ada latihan panjang, disiplin, pengorbanan, dan keberanian para atlet untuk bertanding membawa nama Jawa Timur,” katanya.
Baso menegaskan, capaian di Bekasi harus menjadi pijakan bagi Muaythai Jawa Timur untuk terus meningkatkan kualitas atlet, terutama dalam menghadapi agenda nasional maupun internasional.
“Kami sangat mengapresiasi perjuangan mereka. Ini harus menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas atlet agar semakin siap menghadapi kejuaraan nasional maupun internasional,” tegasnya.
Indonesia Muaythai Championship 2026 tidak hanya menjadi arena perebutan gelar juara nasional. Kejuaraan tersebut juga menjadi bagian dari proses pemantauan dan penyaringan atlet potensial untuk diproyeksikan menghadapi berbagai agenda internasional.
Ketua Umum PBMI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menilai penyelenggaraan IMC 2026 menunjukkan perkembangan positif dalam kualitas pertandingan nasional.
“Kita semua telah menyaksikan sebuah perubahan besar. Hasil dari Pelatihan Wasit dan Juri berstandar IFMA yang baru saja kita laksanakan, benar-benar diaplikasikan dalam Kejurnas ini,” ujar LaNyalla.
Sementara Sekretaris Jenderal PBMI Azwan Karim mengatakan seluruh rangkaian pertandingan hingga partai final berjalan lancar.
“Semua final berjalan lancar. Pastinya ada cedera karena ini olahraga combat, tetapi semuanya dapat ditangani dengan baik oleh tim medis,” katanya.
Azwan menjelaskan, IMC 2026 juga menjadi salah satu instrumen PBMI untuk mencari dan memantau atlet potensial yang dapat diproyeksikan menghadapi agenda internasional.
Para atlet terbaik dari kejuaraan tersebut akan menjalani proses evaluasi dan seleksi untuk menghadapi berbagai agenda, termasuk SEA Games 2027 dan persiapan menuju PON 2028.
“Kejurnas ini menjadi ajang penyaringan bakat PBMI ke acara-acara internasional, khususnya tahun depan,” ujarnya.
Azwan menegaskan, keberhasilan seorang atlet menjadi juara di IMC 2026 tidak serta-merta membuat atlet tersebut mendapatkan tempat permanen di Pelatnas.
PBMI tetap akan melakukan evaluasi berdasarkan performa dan kebutuhan tim nasional.
“Pasti akan diseleksi. Pasti akan ada promosi dan degradasi bagi atlet-atlet yang ada di Pelatnas,” tegas Azwan.
PBMI juga tengah mempersiapkan agenda internasional, termasuk rencana Indonesia menjadi tuan rumah Asian Muaythai Championship 2027 di Jakarta.
Bagi Muaythai Indonesia Jawa Timur, hasil IMC 2026 menjadi modal penting untuk melanjutkan program pembinaan atlet.
Baca juga: PBMI Matangkan Persiapan IMC 2026, 514 Atlet dari 18 Provinsi Siap Berlaga Besok di Bekasi
Dominasi Jawa Timur di kelas Elite memperlihatkan bahwa atlet-atlet Jatim mampu bersaing sekaligus menunjukkan kualitas di tengah persaingan dengan kontingen terbaik dari berbagai daerah.
Namun, Baso Juherman menegaskan capaian tersebut tidak boleh membuat jajaran pengurus dan atlet cepat berpuas diri.
Evaluasi akan tetap dilakukan untuk melihat aspek teknik, fisik, mental maupun kesiapan atlet menghadapi kompetisi dengan level yang lebih tinggi.
“Kami akan terus melakukan evaluasi dan pembinaan. Targetnya tentu bukan hanya menjadi juara di tingkat nasional, tetapi juga menyiapkan atlet Jawa Timur yang mampu bersaing di level internasional,” ujarnya.
Dengan berakhirnya IMC 2026 di GOR Bang Yan, Kota Bekasi, persaingan antardaerah menjadi modal penting bagi PBMI dalam membangun kekuatan Muaythai nasional.
Bagi Jawa Timur, raihan 16 medali emas di kelas Elite menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi.
Prestasi tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi Muaythai Jawa Timur untuk mempertahankan dominasi dan terus melahirkan atlet baru yang mampu membawa nama Jawa Timur serta Indonesia ke pentas internasional.
IMC 2026 pun ditutup dengan catatan penting bagi perkembangan Muaythai Indonesia: semakin ketat persaingan di tingkat nasional, semakin besar pula peluang lahirnya atlet-atlet berkualitas yang siap mengharumkan nama Indonesia di level dunia. (L1K)
Editor : malik