Probolinggo – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, meluas hingga sekitar 176 hektare.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung memantau proses pemadaman pada Jumat (7/8/2026). Sejumlah strategi dikerahkan, mulai dari pemadaman darat, helikopter water bombing, hingga drone.
Khofifah mengatakan Pemprov Jatim bekerja sama dengan BNPB, BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, pengelola TNBTS, relawan, dan masyarakat untuk mempercepat pengendalian api.
Baca juga: Khofifah dan AHY Resmikan Kawasan ASRI di Gresik, 166 Rumah Layak Huni Rampung Dibangun
Satu helikopter water bombing berkapasitas sekitar 1.000 liter telah dikerahkan dari Kalimantan Tengah. Sementara satu helikopter tambahan dijadwalkan tiba pada Sabtu (8/8/2026).
“Semoga tambahan satu heli water bombing hari ini dapat melakukan pemadaman sampai tuntas,” ujar Khofifah.
Baca juga: Khofifah Bawa Misi Dagang ke Hong Kong, Transaksi Tembus Rp12 Triliun
Sementara itu, Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja menyebut kebakaran diduga dipicu aktivitas manusia. Namun, penyebab pastinya masih dalam proses penyelidikan.
Editor : Mohammad