MAGETAN – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan memanfaatkan momentum puncak Bulan Bung Karno 2026 untuk memperkuat literasi politik dan kebangsaan melalui diskusi publik bertajuk Soekarno Talk-In.
Ratusan mahasiswa dan masyarakat dari berbagai daerah di Madiun Raya memadati Aula Wisma Perjuangan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan di Desa Bibis, Kecamatan Sukomoro, Minggu (28/6/2026) malam.
Baca juga: Bulan Bung Karno Surabaya, PAC PDI Perjuangan Bulak Gelar Dialog Kebangsaan
Forum tersebut menghadirkan filsuf Rocky Gerung sekaligus meluncurkan buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z sebagai upaya mengenalkan kembali pemikiran Bung Karno kepada generasi muda.
Kegiatan yang dihadiri ribuan peserta itu menjadi ruang dialog mengenai relevansi Marhaenisme dalam menjawab berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan politik Indonesia saat ini.
Selain Rocky Gerung, diskusi juga menghadirkan penulis buku sekaligus Dosen FISIP Universitas Airlangga, Airlangga Pribadi Kusman.
Dalam pemaparannya, Rocky Gerung menegaskan bahwa konsep Marhaenisme tidak lagi dapat dimaknai sebatas kelompok petani kecil seperti ketika pertama kali diperkenalkan oleh Bung Karno.
Menurutnya, makna Marhaen telah berkembang mengikuti perubahan zaman. "Marhaen adalah kita."
“Marhaen pada era sekarang merupakan seluruh kelompok masyarakat yang masih menghadapi ketimpangan akibat struktur sosial, ekonomi, maupun politik yang belum sepenuhnya menghadirkan keadilan,” kata Rocky.
Ia juga menyoroti posisi perempuan sebagai salah satu representasi Marhaen masa kini. Menurut Rocky, masih banyak perempuan yang mengalami diskriminasi, standar ganda, stigma sosial, hingga beban berlapis akibat budaya patriarki, kapitalisme, dan vulgarisme yang masih berkembang di masyarakat.
Baca juga: Bulan Bung Karno 2026, PAC PDIP Bulak Gelar Dialog Kebangsaan di Taman Surabaya Kenjeran
Dalam kesempatan tersebut, Rocky turut mengapresiasi pandangan Anggota DPR RI Novita Hardini yang hadir bersama Mochamad Nur Arifin. Ia menilai perspektif yang disampaikan semakin memperluas pemahaman mengenai Marhaenisme.
Menurut Rocky, perjuangan Marhaenisme tidak hanya berbicara mengenai persoalan ekonomi, tetapi juga menyangkut penghormatan terhadap martabat manusia, kesetaraan, serta keadilan sosial bagi seluruh warga negara tanpa membedakan latar belakangnya.
Sementara itu, Airlangga Pribadi Kusman menjelaskan bahwa Marhaenisme lahir dari pembacaan Bung Karno terhadap dampak sistem kapitalisme yang menyebabkan konsentrasi modal dan sumber daya hanya dikuasai sebagian kecil kelompok masyarakat.
Menurutnya, kondisi tersebut masih menjadi tantangan Indonesia hingga saat ini karena kesenjangan ekonomi terus menjadi persoalan yang belum sepenuhnya teratasi.
Karena itu, penerbitan buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z tidak hanya bertujuan memperkenalkan kembali ajaran Bung Karno kepada generasi muda, tetapi juga membangun tradisi membaca, berpikir kritis, serta membiasakan masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh arus opini maupun tren media sosial tanpa didukung pemahaman yang memadai.
Diskusi berlangsung interaktif dengan banyaknya pertanyaan dari peserta yang didominasi kalangan muda. Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya minat generasi muda untuk mendialogkan kembali pemikiran Bung Karno dengan berbagai persoalan yang dihadapi Indonesia saat ini.
Melalui penyelenggaraan Soekarno Talk-In dan peluncuran buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan menegaskan komitmennya menjadikan partai sebagai ruang pengembangan gagasan, penguatan budaya literasi, serta pembinaan generasi muda agar tetap berpihak kepada kepentingan rakyat sesuai cita-cita Bung Karno.
Soekarno Talk-In menjadi salah satu agenda utama puncak Bulan Bung Karno 2026 di Kabupaten Magetan. Selain diskusi kebangsaan, rangkaian kegiatan juga diisi dengan agenda kebudayaan, olahraga, pelayanan kesehatan, serta berbagai kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat luas sebagai bentuk membumikan nilai-nilai Marhaenisme di tengah kehidupan publik.
Editor : Fudai