PDIP Surabaya Hadirkan Rocky Gerung,Bedah Buku Marhaenisme Untuk Gen Z

Reporter : rudi
Suasana Bedah Buku Marhaenisme PDI Perjuangan Surabaya bersama Rocky Gerung dan Gen Z. (doc.alam)

SURABAYA — Pengamat politik Rocky Gerung menilai Indonesia saat ini sedang menghadapi krisis gagasan di tengah perubahan sosial, ekonomi, dan politik yang semakin kompleks. Pernyataan itu disampaikan saat bedah buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya, Sabtu (27/6/2026).

Kegiatan yang digelar DPC PDI Perjuangan Surabaya dalam rangka Bulan Bung Karno tersebut dihadiri ratusan mahasiswa, komunitas kepemudaan, kader partai, hingga Generasi Z dari berbagai daerah di Surabaya.

Baca juga: Aksi Nyata Abdul Malik Bantu Anak Putus Sekolah Kembali Raih Cita-cita

Turut hadir Ketua DPC PDIP Surabaya yang juga Wakil Wali Kota Surabaya Armuji, Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri, serta jajaran pengurus partai.

Rocky mengatakan, sejak Indonesia merdeka hingga saat ini, Marhaenisme menjadi salah satu gagasan yang lahir dari realitas bangsa Indonesia sendiri.

“Sejak Indonesia merdeka sampai sekarang, tidak ada satu pikiran yang benar-benar otentik selain Marhaenisme yang ditemukan Bung Karno untuk memahami realitas bangsanya sendiri,” ujar Rocky Gerung dalam forum diskusi tersebut.

Dalam pemaparannya, Rocky Gerung menilai bangsa Indonesia membutuhkan ruang diskusi yang sehat untuk memperdebatkan arah masa depan bangsa. Menurutnya, perdebatan ide penting agar Indonesia tidak kehilangan orientasi di tengah perkembangan global yang cepat.

Ia menilai diskursus pemikiran besar bangsa saat ini mulai melemah, sementara tantangan yang dihadapi masyarakat semakin kompleks, mulai dari ekonomi, sosial, hingga perubahan politik global.

Rocky juga menekankan pentingnya generasi muda memahami kembali akar pemikiran bangsa agar tidak terjebak pada arus informasi yang serba cepat tanpa memiliki landasan berpikir yang kuat.

Akademisi Universitas Airlangga, Airlangga Pribadi, menjelaskan bahwa buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z lahir dari kegelisahan terhadap berbagai persoalan yang dihadapi anak muda saat ini.

Menurutnya, Generasi Z menghadapi tantangan besar seperti krisis lingkungan, kapitalisme digital, sistem meritokrasi yang semakin kompetitif, hingga praktik korupsi yang berdampak secara global.

Baca juga: PAN Surabaya Sentil KPU, Wacana Pemekaran Dapil Bebas Pesanan Politik

“Kita memiliki sumber pemikiran yang sangat kaya untuk menghadapi persoalan itu, yaitu cara berpikir Bung Karno melalui Marhaenisme,” kata Airlangga.

Ia menjelaskan, buku tersebut sengaja disusun dengan pendekatan yang lebih dekat dengan anak muda agar lebih mudah dipahami. Sejumlah konsep dijelaskan menggunakan referensi budaya populer seperti Kung Fu Panda, Avatar, hingga reinterpretasi kisah Malin Kundang dari sudut pandang lingkungan dan keadilan sosial.

Ketua DPC PDIP Surabaya Armuji menilai Generasi Z perlu memiliki fondasi pemikiran yang kuat di tengah derasnya perkembangan teknologi digital dan media sosial.

Menurut pria yang akrab disapa Cak Ji itu, generasi muda tidak boleh hanya menjadi pengguna media sosial tanpa memahami arah masa depan bangsa.

“Jangan sampai Gen Z hanya sibuk menjadi pengguna media sosial, tetapi kehilangan arah berpikir tentang masa depan bangsa. Pemikiran Bung Karno perlu terus diperkenalkan dengan cara yang dekat dengan generasi muda,” tegas Armuji.

Baca juga: DPRD Surabaya Minta PLN Jangan Padamkan Listrik di Jam Krusial

Dalam kegiatan tersebut, panitia juga menggelar sesi interaktif bersama peserta. Sejumlah mahasiswa dan peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait isu ekonomi, lingkungan, politik, hingga tantangan Indonesia di tengah perubahan global.

Peserta yang mampu menjawab pertanyaan mendapatkan bingkisan MBG (Membagikan Bingkisan Gratis), sementara peserta aktif lainnya memperoleh buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z.

Untuk mendekatkan pemikiran Marhaenisme kepada kalangan muda, panitia turut mengadakan lomba konten digital bertema Marhaenisme dalam berbagai format kreatif.

Konten yang dilombakan meliputi video pendek hingga karya media sosial yang dinilai dekat dengan karakter Generasi Z.

Diskusi berlangsung dinamis dan interaktif hingga akhir acara. Forum tersebut tidak hanya membahas Marhaenisme sebagai warisan pemikiran Bung Karno, tetapi juga menawarkan perspektif baru bagi Generasi Z dalam memahami tantangan abad ke-21.(rda)

Editor : rudi

Peristiwa
5 Berita Teratas Pekan Ini
Berita Terbaru