JAKARTA – Pemerintah menegaskan komitmennya menjaga dan memperkuat kepercayaan pasar melalui berbagai kebijakan strategis, mulai dari perbaikan iklim investasi, percepatan deregulasi, hingga penguatan hilirisasi dan industrialisasi nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (15/6/2026). Menurutnya, tingginya minat investor terhadap penerbitan obligasi global (global bond) Danantara menjadi indikator positif meningkatnya kepercayaan dunia internasional terhadap perekonomian Indonesia.
Baca juga: Prabowo Perintahkan Cari Energi Alternatif, Harga BBM Subsidi Dipastikan Tetap
Prasetyo mengatakan keberhasilan penerbitan global bond Danantara menunjukkan respons positif investor dari berbagai kawasan, termasuk Amerika Serikat, Eropa, dan Asia.
Menurutnya, capaian tersebut patut diapresiasi karena mencerminkan keyakinan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia di tengah dinamika ekonomi global yang masih berlangsung.
Pemerintah, lanjut Prasetyo, tidak berhenti pada pencapaian tersebut. Dalam beberapa pekan terakhir, koordinasi antarinstansi terus diperkuat guna menghasilkan kebijakan yang mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat nilai tukar rupiah, meningkatkan optimisme publik, serta menjaga persepsi positif pasar terhadap kondisi ekonomi Indonesia.
Baca juga: Perkuat Militer di Indo-Pasifik, RI dan AS Sepakati Kemitraan Pertahanan Strategis
Selain menjaga kepercayaan investor, pemerintah juga mempercepat agenda reformasi struktural melalui penyederhanaan regulasi dan perizinan usaha. Upaya ini dinilai penting untuk menciptakan iklim investasi yang lebih kompetitif dan mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Prasetyo menegaskan Presiden telah berulang kali mengingatkan pentingnya deregulasi agar proses perizinan menjadi lebih sederhana dan efisien. Dengan demikian, investasi dapat tumbuh lebih cepat dan ekosistem usaha semakin berkembang.
Di sisi lain, pemerintah terus mendorong percepatan hilirisasi dan industrialisasi sebagai strategi memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Kebijakan ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap produk impor sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri.
Baca juga: Pemerintah Tetapkan MBG Hanya 5 Hari Seminggu, Efisiensi Capai Rp20 Triliun
Menurut Prasetyo, hasil hilirisasi dan industrialisasi tidak hanya menciptakan produk bernilai lebih tinggi, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kekayaan bangsa dan memperkuat daya saing Indonesia di pasar global.
Ia menambahkan bahwa stabilitas ekonomi dan politik tetap menjadi faktor utama dalam menjaga iklim usaha yang sehat. Karena itu, pemerintah mengajak masyarakat, pelaku usaha, dan pelaku pasar untuk bersama-sama menjaga optimisme serta memperkuat kolaborasi demi mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
"Pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat dan pelaku ekonomi untuk bekerja sama, bergandengan tangan, serta terus berupaya memulihkan dan memperkuat perekonomian Indonesia," ujar Prasetyo. (red)
Editor : fuday