Sambut Waisak 2570 BE, Vihara Empu Astapaka Gelar Pindapata dan Berbagai Aksi Sosial Lingkungan

Reporter : Lani

Jembrana | Dalam rangka memperingati Hari Trisuci Waisak 2570 Buddhis Era (BE) sekaligus menyambut momentum emas 50 tahun berdirinya Vihara Empu Astapaka, umat Buddha di Kabupaten Jembrana akan menggelar rangkaian kegiatan keagamaan, sosial, dan pelestarian lingkungan yang dikemas dalam tajuk “Vesakha Sananda 2570 BE” dengan tema “Dharma Menjaga Kedamaian Dunia, Menapaki Jalan Mulia Bersumbangsih Bagi Negeri.”

 

Kegiatan yang akan berlangsung pada 6–7 Juni 2026 ini menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai kebajikan, kepedulian sosial, serta keharmonisan antara manusia dan alam.

 

Perayaan tahun ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan usia setengah abad atau 50 tahun Vihara Empu Astapaka yang selama ini menjadi pusat pembinaan spiritual umat Buddha di wilayah Jembrana dan sekitarnya. Momen ini menjadi semakin penuh makna karena di Bulan Oktober di tahun 2026 ini, Sangha Theravada Indonesia dan juga Majelis Agama Buddha Indonesia (Magabudhi), sama sama memasuki Tahun Kencana (50 tahun), demikian ungkap Pandita Sudiarta Indrajaya di sela sela persiapan penataan taman di Vihara Empu Astapaka, 2 Juni 2026, didampingi Jerry Harnadi.

 

Rangkaian kegiatan diawali pada Sabtu, 6 Juni 2026, dengan pelaksanaan Pindapata mulai pukul 06.30 hingga 07.30 WITA. Kegiatan ini akan di awali dari kawasan Gedung Kesenian Bung Karno menuju Jl Ngurah Rai dan Finish di Kebun Raya Jagatnatha, yang berlokasi di Jl Jendral Sudirman.

 

Pindapata merupakan tradisi luhur dalam ajaran Buddha, di mana para bhikkhu menerima dana makanan dari umat sebagai bentuk penghormatan, kebajikan, serta sarana mempererat hubungan spiritual antara Sangha dan umat.

 

Setelah pelaksanaan Pindapata, kegiatan dilanjutkan dengan aksi sosial dan pelestarian lingkungan berupa donor darah, pelepasan satwa, dan penanaman pohon yang berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 12.00 WITA di kawasan Kebun Raya Jagatnatha, Jalan Jenderal Sudirman.

 

Kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga keseimbangan alam sekaligus meningkatkan rasa kepedulian terhadap sesama melalui aksi kemanusiaan.

 

Memasuki hari kedua, Minggu, 7 Juni 2026, rangkaian kegiatan akan diawali dengan penanaman pohon dan pelepasan satwa pada pukul 08.00 WITA di wilayah Kelurahan Gilimanuk. Kegiatan ini menjadi simbol nyata dari praktik cinta kasih universal dan penghormatan terhadap seluruh makhluk hidup.

 

Selanjutnya pada pukul 10.00 WITA, akan digelar kembali Pindapata dan Dana Makan yang dipusatkan di areal Vihara Empu Astapaka. Umat Buddha dan masyarakat umum diundang untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan kebajikan tersebut.

 

Puncak perayaan 50 tahun Vihara Empu Astapaka akan berlangsung pada siang hingga sore hari dengan agenda Pemberkahan Plang Nama Vihara pada pukul 13.00 WITA, dilanjutkan Penandatanganan Prasasti 50 Tahun Vihara Empu Astapaka serta Waisaka Puja pada pukul 15.00 WITA.

 

Rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bentuk perayaan keagamaan, tetapi juga wujud nyata kontribusi umat Buddha dalam membangun kehidupan yang harmonis, damai, dan penuh kepedulian terhadap lingkungan serta masyarakat.

 

Panitia mengajak seluruh umat Buddha dan masyarakat luas untuk bersama-sama menyambut Hari Trisuci Waisak 2570 BE dengan hati yang penuh kebijaksanaan, ketulusan, dan semangat berbagi.

 

“Melalui peringatan Waisak ini, mari kita menumbuhkan cinta kasih, memperkuat persaudaraan, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama dan alam demi terciptanya dunia yang damai dan sejahtera.”

 

Sadhu... Sadhu... Sadhu...

Editor : Lani

Peristiwa
5 Berita Teratas Pekan Ini
Berita Terbaru