Wamendag Roro Kunjungi UMKM Bron Chips Surabaya, Dorong Tembus Pasar Global

Reporter : Fudai
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri

SURABAYA - Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri melakukan kunjungan ke salah satu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Surabaya, yakni produsen Keripik Brownies Bron Chips, pada Selasa (28/4). 

Kunjungan ini bertujuan meninjau langsung proses produksi, perkembangan usaha, serta fasilitas yang dimiliki, sebagai bagian dari dorongan pemerintah agar UMKM lokal mampu bersaing hingga ke pasar global.

Baca juga: Sopir Truk Jatim Aksi di Surabaya, Protes BBM Subsidi dan Barcode yang Terblokir

Dalam kesempatan tersebut, Wamendag Roro menegaskan komitmen Kementerian Perdagangan dalam mendukung UMKM, baik untuk memperluas pasar domestik maupun meningkatkan ekspor. 

Ia menyebut, selain mendorong pelaku usaha menembus pasar luar negeri, pihaknya juga aktif membuka akses distribusi ke ritel modern. 

Saat ini, produk Bron Chips bahkan telah masuk ke jaringan Indomaret, sehingga semakin mudah dijangkau konsumen.

Roro juga menyoroti pentingnya memperluas akses pasar di tengah dinamika geopolitik global. Pemerintah, kata dia, terus memperkuat kerja sama perdagangan internasional dengan berbagai negara dan kawasan, seperti Peru, Kanada, Eurasia, hingga Uni Eropa. 

Menurutnya, kesepakatan dagang tersebut menjadi landasan penting bagi pelaku usaha, termasuk UMKM, untuk meningkatkan kapasitas ekspor dan menjangkau pasar baru.

Pendiri Bron Chips, Mega Siswindarto, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menilai dukungan pemerintah sangat dibutuhkan, terutama dalam memperluas jaringan pemasaran. 

Mega mengungkapkan bahwa usahanya pernah mengikuti Export Coaching Program (ECP) dari Kementerian Perdagangan, sebuah program pendampingan bagi pelaku usaha agar mampu melakukan ekspor secara mandiri. 

Ia berharap ke depan kerja sama dengan lebih banyak ritel modern dapat terjalin, sehingga produk Bron Chips semakin luas dipasarkan.

Hal serupa disampaikan co-founder Bron Chips, Fikri Pratiwi. Ia mengakui bahwa produknya sudah pernah dikirim ke luar negeri, namun belum dilakukan secara rutin dan volumenya masih terbatas. Karena itu, pihaknya berharap adanya dukungan berkelanjutan untuk memperkuat ekspor.

Baca juga: Polemik Pembongkaran Toko Nam Memanas, Aliansi Minta Audiensi ke DPRD Surabaya

Setelah dari lokasi produksi, Wamendag Roro melanjutkan kunjungannya ke salah satu gerai Indomaret di Surabaya. Di sana, ia meninjau langsung ketersediaan produk UMKM di ritel modern sekaligus mengapresiasi komitmen Indomaret dalam mendukung pemasaran produk lokal. 

Menurutnya, selain menyediakan ruang bagi UMKM, ritel modern juga menghadirkan berbagai program promosi yang dapat mendorong daya beli masyarakat.

Ia berharap kolaborasi antara UMKM dan ritel modern dapat terus diperkuat agar produk lokal semakin kompetitif di pasar dalam negeri sekaligus memperluas jangkauan distribusinya.

Di lokasi yang sama, Development Manager Indomaret Surabaya, Guntur Buntoro, menyampaikan pentingnya dukungan pemerintah dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi sektor ritel. 

Dirinya menilai sinergi antara pemerintah, pelaku usaha ritel, dan UMKM perlu terus ditingkatkan agar ekosistem perdagangan semakin berkembang.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Wamendag Roro juga berdialog dengan sejumlah pelaku UMKM di pusat oleh-oleh dan kuliner Depot Bu Rudy, Surabaya. Dalam sesi ini, ia mendengarkan berbagai aspirasi terkait pengembangan usaha.

Baca juga: Fasad Toko Nam Dibongkar, Seniman Surabaya Siapkan Gugatan Rp1 Triliun

Beberapa pelaku UMKM yang hadir di antaranya perwakilan PT Adelia Surya Tirta Kencana dengan produk olahan ledre dan camilan, CV Tirta Ayu Spa yang bergerak di bidang jasa dan produk perawatan, Dolog Gede dengan produk batik, MY Kayu yang memproduksi tumbler serta suvenir kayu jati, UD D’Jati Lounge di sektor makanan dan minuman, serta Jolie Moda yang memproduksi sepatu wanita.

Perwakilan CV Tirta Ayu Spa, Felly, mengungkapkan bahwa usahanya telah menembus pasar internasional, khususnya di kawasan Afrika seperti Nigeria dan Eswatini. Ia menjelaskan, selain mengekspor produk, pihaknya juga mengembangkan layanan spa di negara tersebut dengan melibatkan tenaga kerja terlatih dari Indonesia.

Menurut Felly, capaian tersebut tidak lepas dari dukungan pemerintah, salah satunya melalui ajang Trade Expo Indonesia (TEI) yang membuka peluang bertemu investor dan mitra bisnis dari berbagai negara.

Sementara itu, pemilik Depot Bu Rudy, Lanny Siswadi, menyampaikan bahwa pihaknya turut membantu memasarkan produk UMKM di tempat usahanya. Inisiatif ini bermula saat pandemi, ketika banyak pelaku usaha menghadapi kesulitan. 

Ia kemudian menyediakan ruang bagi UMKM untuk tetap berjualan, dengan syarat telah mengantongi sertifikasi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dan sertifikat halal. (red)

Editor : Fudai

Peristiwa
5 Berita Teratas Pekan Ini
Berita Terbaru