PAMEKASAN - Asia Small Business Federation (ASBF) Kabupaten Pamekasan resmi terbentuk sebagai jejaring strategis untuk memperkuat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Kamis (23/1/2026).
Kehadiran ASBF Pamekasan diharapkan menjadi wadah kolaborasi antara pelaku usaha, akademisi, komunitas, dan pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan UMKM berbasis sistem aggregator serta mendukung penguatan city branding Pamekasan.
Baca juga: Gempa 6,5 SR Guncang Sumenep, Terasa ke Seluruh Jatim hingga Bali dan Lombok
Pembentukan ASBF Pamekasan menjadi langkah konkret dalam menjawab berbagai tantangan UMKM, terutama terkait akses pasar, penguatan merek, dan pemanfaatan ekosistem digital.
Melalui pendekatan aggregator, ASBF berupaya mengintegrasikan produk UMKM agar memiliki daya saing lebih kuat di tingkat regional maupun nasional, sekaligus memperkuat identitas Pamekasan sebagai daerah dengan potensi ekonomi kreatif unggulan.
Baca juga: Kasus Campak di Pamekasan Meningkat, Dinkes Imbau Segera Imunisasi
Dalam musyawarah pembentukan kepengurusan, Syaiful Bahri terpilih sebagai Ketua ASBF Pamekasan. Ia menegaskan komitmennya menjadikan ASBF sebagai mitra strategis pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan dalam mendorong UMKM naik kelas.
Program prioritas yang akan dikembangkan meliputi peningkatan kualitas produk, penguatan branding, digitalisasi pemasaran, serta pengembangan talenta UMKM lokal.
Ke depan, ASBF Pamekasan menargetkan lahirnya berbagai program kolaboratif yang tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi UMKM, tetapi juga berkontribusi pada citra positif daerah.
Dengan sinergi lintas sektor, ASBF optimistis dapat menjadi motor penggerak UMKM yang berkelanjutan, berdaya saing, dan mampu memperkuat strategi city branding Pamekasan di tingkat yang lebih luas. (red)
Editor : Fudai