artik.id skyscraper
artik.id skyscraper

Dosen STIH Sumpah Pemuda Palembang Luncurkan Buku Viktimologi Modern, Gaungkan Perlindungan dan Keadilan bagi Korban

avatar Lani
  • URL berhasil dicopy
Dr. I Made Subagio, S.H., M.H. dan Warmiyana Zairi Absi, S.H., M.H.
Dr. I Made Subagio, S.H., M.H. dan Warmiyana Zairi Absi, S.H., M.H.

PALEMBANG - Dunia akademik kembali menunjukkan kontribusinya dalam pengembangan ilmu hukum di Indonesia. Dua dosen Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Sumpah Pemuda Palembang berhasil menerbitkan sebuah buku referensi yang mengangkat isu perlindungan korban tindak pidana, sebuah tema yang semakin relevan dalam perkembangan sistem hukum modern.

Buku berjudul “Menjadi Suara Bagi Korban: Pengantar Viktimologi Modern untuk Mahasiswa, Praktisi, dan Masyarakat” tersebut ditulis oleh Dr. I Made Subagio, S.H., M.H. dan Warmiyana Zairi Absi, S.H., M.H. sebagai bentuk kontribusi akademik dalam memperkaya literatur hukum, khususnya di bidang viktimologi.

Kehadiran buku setebal 194 halaman yang telah memiliki ISBN 978-634-97087-1-5 ini menjadi angin segar bagi dunia pendidikan hukum. Tidak hanya ditujukan bagi mahasiswa dan akademisi, buku ini juga dirancang agar mudah dipahami oleh praktisi hukum, aparat penegak hukum, pemerhati hak asasi manusia, hingga masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap isu keadilan bagi korban.

Viktimologi sendiri merupakan cabang ilmu yang mempelajari korban tindak pidana, hak-haknya, dampak yang dialami akibat kejahatan, serta berbagai bentuk perlindungan dan pemulihan yang seharusnya diberikan oleh negara dan masyarakat. Dalam praktiknya, perhatian terhadap korban sering kali masih kalah dibandingkan fokus terhadap pelaku kejahatan.

Melalui buku ini, para penulis berupaya menghadirkan perspektif yang lebih seimbang dalam sistem peradilan pidana. Mereka menegaskan bahwa keadilan tidak hanya diukur dari hukuman yang dijatuhkan kepada pelaku, tetapi juga dari sejauh mana hak-hak korban diakui, dilindungi, dan dipulihkan.

“Korban sering kali menjadi pihak yang kurang mendapatkan perhatian dalam proses penegakan hukum. Melalui buku ini, kami berharap dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pentingnya perlindungan dan pemberdayaan korban dalam sistem peradilan modern,” ungkap salah satu penulis.

Lebih dari sekadar buku pengantar, karya ilmiah ini membahas berbagai konsep dasar viktimologi, perkembangan teori-teori modern mengenai korban kejahatan, mekanisme perlindungan hukum, peran lembaga negara dalam pemenuhan hak korban, hingga tantangan yang masih dihadapi dalam mewujudkan sistem peradilan yang berkeadilan dan humanis.

Sebagai perguruan tinggi hukum yang telah meraih Akreditasi Unggul, STIH Sumpah Pemuda Palembang terus mendorong dosen dan civitas akademika untuk menghasilkan karya-karya ilmiah yang tidak hanya berkualitas secara akademis, tetapi juga memiliki manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan hukum nasional.

Penerbitan buku ini menjadi salah satu bukti nyata komitmen institusi dalam mengembangkan tradisi keilmuan yang kuat sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat terhadap literatur hukum yang relevan dengan perkembangan zaman.

Di tengah meningkatnya kesadaran global mengenai hak-hak korban kejahatan, kehadiran buku “Menjadi Suara Bagi Korban” diharapkan mampu menjadi jembatan pengetahuan yang memperkuat literasi hukum masyarakat. Buku ini juga diharapkan menjadi referensi penting dalam proses pembelajaran, penelitian, serta praktik penegakan hukum yang lebih berpihak pada nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan.

Penerbitan karya ini sekaligus menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang tidak hanya mencetak lulusan berkualitas, tetapi juga melahirkan gagasan-gagasan yang mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa.

Terbitnya buku ini menjadi sebuah langkah penting dalam mendorong lahirnya sistem hukum yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada perlindungan hak asasi manusia. Sebuah karya yang tidak hanya berbicara tentang hukum, tetapi juga tentang keberpihakan kepada mereka yang selama ini kerap luput dari perhatian: para korban.

Selamat dan sukses atas terbitnya buku “Menjadi Suara Bagi Korban: Pengantar Viktimologi Modern untuk Mahasiswa, Praktisi, dan Masyarakat.” Semoga karya ilmiah ini memberikan manfaat yang luas, menjadi referensi berharga bagi dunia akademik dan praktik hukum, serta menginspirasi lahirnya kajian-kajian hukum yang semakin menjunjung tinggi nilai keadilan dan kemanusiaan.(*)

Editor :