artik.id skyscraper
artik.id skyscraper

Vihara Empu Astapaka, Jembrana Jadi Tuan Rumah dan Lepas 58 Bhikkhu Indonesia Walk for Peace 2026 Menuju Pulau Jawa

avatar Lani
  • URL berhasil dicopy

JEMBRANA - Kabupaten Jembrana kembali menjadi bagian penting dalam perjalanan spiritual dan kemanusiaan berskala nasional melalui kegiatan Indonesia Walk for Peace 2026. Umat Buddha Jembrana tidak hanya menjadi tuan rumah dengan menyediakan tempat bermalam bagi para Bhikkhu peserta perjalanan, tetapi juga turut mengantar dan melepas keberangkatan mereka dari Vihara Empu Astapaka menuju Pulau Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk pada 10–11 Mei 2026.

Sebanyak 58 Bhikkhu dari Indonesia dan berbagai negara mengikuti perjalanan suci bertajuk Indonesia Walk for Peace 2026, sebuah misi berjalan kaki sejauh 500 kilometer yang akan ditempuh selama 22 hari sebagai sarana menebarkan pesan perdamaian, cinta kasih, toleransi, dan persaudaraan kepada masyarakat di sepanjang perjalanan.

Suasana penuh haru dan kebersamaan menyelimuti kawasan Pelabuhan Gilimanuk saat rombongan Bhikkhu dilepas secara resmi menuju Pulau Jawa pada Senin, 11 Mei 2026. Pelepasan yang diiringi Jegog, Naga Barongsai dan Balaganjur tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, yang turut memberikan dukungan dan apresiasi atas perjalanan spiritual yang membawa pesan damai bagi bangsa dan dunia.

Dalam sambutannya, Bupati Kembang Hartawan menyampaikan bahwa perjalanan para Bhikkhu merupakan simbol ketekunan, kesederhanaan, dan kedamaian batin yang sangat relevan dengan kehidupan masyarakat modern saat ini

"Ini adalah pengingat bagi kita di zaman yang serba cepat untuk tetap menjaga ketenangan batin, memperkuat rasa persaudaraan, serta menumbuhkan semangat hidup damai dalam keberagaman," ungkapnya.

Keberadaan para Bhikkhu di Jembrana selama satu malam mendapat sambutan hangat dari umat Buddha serta Berbagai elemen masyarakat tokoh lintas agama, etnis, Veteran, TNI, Polri, juga Pecalang dan Banser NU. Masyarakat sangat antusias turut berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Kehadiran para Bhikkhu menjadi momentum mempererat hubungan spiritual sekaligus memperkuat nilai-nilai kebajikan yang selama ini tumbuh di tengah masyarakat Jembrana yang dikenal harmonis dan toleran.

Perjalanan Indonesia Walk for Peace bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan juga perjalanan spiritual yang membawa pesan universal tentang perdamaian, kasih sayang, dan penghormatan terhadap sesama makhluk hidup. Setiap langkah yang ditempuh para Bhikkhu menjadi simbol pengabdian untuk menghadirkan ketenteraman dan keharmonisan di tengah kehidupan masyarakat.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian semarak perayaan Waisak 2570 Buddhis Era yang berlangsung di berbagai daerah di Indonesia, demikian juga di Vihara Empu Astapaka yang genap setengah abad (50 tahun) tepat di Waisak 2570 BE. Melalui perjalanan damai tersebut, para Bhikkhu diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, memperkuat toleransi antarumat beragama, serta bersama-sama membangun kehidupan yang damai dan sejahtera.

Dari ujung barat Pulau Bali, langkah-langkah para Bhikkhu kini berlanjut menuju Pulau Jawa, membawa harapan dan doa dari masyarakat Jembrana. Dengan semangat "Dari Bali untuk Dunia", perjalanan Indonesia Walk for Peace 2026 menjadi simbol bahwa perdamaian dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan dengan ketulusan dan cinta kasih.

Masyarakat dan umat Buddha Jembrana pun mengiringi keberangkatan para Bhikkhu dengan doa terbaik agar perjalanan sejauh ratusan kilometer tersebut berjalan lancar, aman, dan membawa manfaat bagi seluruh makhluk.

Sadhu... Sadhu... Sadhu...

Editor :