Penataan Kawasan Suci Pura Besakih: Program Unggulan Gubernur Bali 2018-2023 I Wayan Koster

KAWASAN SUCI : Gubernur Bali, I Wayan Koster (tengah barisan depan) Saat di Pura Besakih Karangasem
KAWASAN SUCI : Gubernur Bali, I Wayan Koster (tengah barisan depan) Saat di Pura Besakih Karangasem

BALI | ARTIK.ID - Gubernur Bali, I Wayan Koster, telah menunjukkan komitmen dan dedikasinya dalam memajukan provinsi Bali melalui berbagai program unggulan selama masa jabatannya dari tahun 2018 hingga 2023. Salah satu program yang paling menonjol dan berdampak besar adalah penataan Kawasan Suci Pura Besakih, sebuah implementasi dari visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali dalam Bali Era Baru”.

Lahir di Singaraja, Bali pada 20 Oktober 1962, I Wayan Koster adalah lulusan Institut Teknologi Bandung yang sebelum terjun ke dunia politik mengabdikan kariernya di bidang penelitian dan pendidikan. Ia pernah menjadi peneliti di Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Depdikbud dan dosen di beberapa universitas terkemuka. Karier politiknya dimulai sebagai Staf Ahli Kelompok Fraksi POKSI II F PDI Perjuangan pada usia 41 tahun.

Baca Juga: BKS LPD Kecamatan Sidemen Peduli Bantu Korban Tanah Longsor

Memulai karier politiknya di DPR RI pada pemilu legislatif 2004, Wayan Koster terpilih sebagai anggota Komisi X yang membidangi pendidikan, kebudayaan, pariwisata, ekonomi kreatif, pemuda, dan olahraga. Ia kembali terpilih pada periode 2009-2014 dan 2014-2019, namun sebelum masa kerjanya berakhir, Wayan Koster memutuskan untuk mencalonkan diri dalam Pilgub Bali 2018. Bersama Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati, mereka terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Bali dengan perolehan 57,68% suara.(sumber data viva.co.id)

Selama lima tahun kepemimpinannya, I Wayan Koster meluncurkan berbagai kebijakan dan program yang berdampak positif bagi kemajuan dan perkembangan Bali. Program penataan Kawasan Suci Pura Besakih adalah salah satu yang paling menonjol. Sebelum adanya program ini, kawasan suci tersebut mengalami berbagai masalah seperti kurangnya fasilitas parkir, penataan warung pedagang yang belum baik, kemacetan di jalan menuju pura, dan kondisi toilet yang berantakan.

Baca Juga: PT SMS dan BPR Sari Jaya Sedana Berbagi Sembako untuk Korban Longsor di Karangasem

Dengan slogan “Kerja Kongkrit, Fokus, Tulus, Lurus, Terpola, dan Berkelanjutan,” Wayan Koster berhasil melakukan perubahan signifikan di Kawasan Suci Pura Besakih. Kini, fasilitas parkir telah dibangun hingga empat lantai, area UMKM tertata rapi, jalan menuju Pura Besakih, Margi Agung, diperbaiki sehingga mengurangi kemacetan, serta fasilitas toilet yang kini bersih dan rapi.

Program penataan ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan dan kebersihan bagi para pengunjung, tetapi juga meningkatkan citra Pura Besakih sebagai destinasi wisata spiritual dan budaya yang terkemuka di Bali. "Astungkara, sekarang semua sudah tertata rapi, bersih, indah, dan nyaman di kawasan Suci Pura Agung Besakih, Karangasem - Bali," ujar Koster dengan bangga.

Baca Juga: Bali Ingin Kemandirian Energi, Koster Tolak 500 Megawatt Listrik dari Luar

Komitmen I Wayan Koster dalam memajukan Bali melalui program-program yang konkret dan berkelanjutan telah membawa perubahan yang signifikan bagi provinsi ini. Penataan Kawasan Suci Pura Besakih menjadi salah satu bukti nyata dari upaya tersebut, mencerminkan visi besar untuk menjadikan Bali lebih maju, harmonis, dan sejahtera.(*)

Editor : LANI