SIDOARJO - Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya mendorong penguatan ekonomi masyarakat Desa Sambibulu, Kabupaten Sidoarjo, melalui Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) tahun ketiga yang mengintegrasikan teknologi tepat guna, pengolahan produk, pertanian hortikultura, serta wisata edukasi. Program yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun Anggaran 2026 itu berlangsung sejak 1 Juni hingga 15 Desember 2026.
Program bertajuk PDB Penguatan Perekonomian Masyarakat Desa melalui Pengolahan Hasil-Hasil Laut Berbasis Inovasi Teknologi di Desa Sambibulu, Sidoarjo tersebut dijalankan tim dosen Unitomo bersama tim dari Universitas WR. Soepratman (Unipra) dan empat mahasiswa Unitomo. Tim mengembangkan potensi agrowisata, eduwisata, pertanian hortikultura, produk olahan, serta kearifan lokal sebagai bagian dari penguatan ekonomi desa.
Baca juga: Unipra Lepas 63 Mahasiswa KKN-PPM 2025: "Kampung Berdaya, Pasti Bisa"
Tim PDB Unitomo diketuai Prof. Dr. Siti Marwiyah, S.H., M.H., dengan anggota Prof. Dr. Dra. Liosten Rianna Roosida Ully Tampubolon, Prof. Dr. Ir. Fadjar Kurnia Hartati, M.P., dan Ony Kurniawati, S.E., M.M. Program tersebut diperkuat melalui kerja sama dengan Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Sambi Horti dan BUMDes Sambi Madu.
P4S Sambi Horti berperan pada sektor hulu melalui produksi hortikultura dan penyediaan bahan baku. Sementara itu, BUMDes Sambi Madu menangani sektor hilir, antara lain ekowisata air, kafe, lapak UMKM, pengolahan produk, kerajinan batik jumputan, persewaan alat pertanian, hingga pemasaran.
Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, pada Rabu, 19 Agustus 2026, Siti Marwiyah mengatakan Program PDB ini merupakan bentuk nyata kontribusi Unitomo dalam menjembatani inovasi perguruan tinggi dengan kebutuhan masyarakat.
"Kami ingin teknologi tepat guna dan penguatan kelembagaan ini benar-benar berdampak pada peningkatan efisiensi, nilai tambah produk, dan kesejahteraan masyarakat Desa Sambibulu secara berkelanjutan,” ujar Siti Marwiyah, selaku Ketua Tim PDB Desa Sambibulu.
Pengembangan tersebut dilakukan untuk menjawab sejumlah persoalan di Desa Sambibulu. Desa ini memiliki daya tarik wisata dan modal sosial yang kuat setelah meraih Juara I Desa Wisata Kabupaten Sidoarjo. Namun, produktivitas jambu biji merah menghadapi penurunan karena sebagian tanaman telah berusia lebih dari 10 tahun. Masyarakat juga menghadapi keterbatasan air saat musim kemarau serta proses pengeringan produk yang secara konvensional memerlukan waktu tiga hingga lima hari dan berisiko terkontaminasi.
Baca juga: Unitomo Kukuhkan Guru Besar Hukum, Prof. Syahrul Dorong Reformasi Hukum Acara MK
Tim PDB kemudian menerapkan dua teknologi tepat guna berbasis standar operasional prosedur (SOP), yakni Smart Irrigation berbasis Internet of Things (IoT) di P4S Sambi Horti dan Dry Room Infrared di BUMDes Sambi Madu. Sistem irigasi pintar menggunakan sensor kelembapan tanah, mikrokontroler, pemantauan digital, dan relay otomatis untuk mengatur penyiraman secara lebih terukur.
“Melalui sistem ini, penggunaan air dapat dioptimalkan hingga 80 persen, produktivitas jambu biji merah meningkat hingga 50 persen, dan proporsi buah kualitas premium dapat mencapai 80 persen. Sementara itu, Dry Room Infrared mampu memangkas waktu pengeringan pascapanen dari tiga hingga lima hari menjadi enam hingga delapan jam tanpa bergantung pada kondisi cuaca, sekaligus menjaga higienitas produk,” jelas Ony Kurniawati, anggota Tim PDB dari Unipra.
Ketua P4S Sambi Horti Ahmad Irdhoni menilai penerapan teknologi tersebut membantu pengelolaan potensi desa. “Teknologi yang diterapkan membantu kami bekerja lebih efisien, terutama dalam pengelolaan air dan peningkatan kualitas hasil pertanian. Pendampingan Unitomo dan Unipra juga membuat kami semakin memahami pentingnya pengelolaan usaha secara terukur dan berkelanjutan,” ungkap Ahmad Irdhoni.
Baca juga: Tujuh Mahasiswa Unitomo Ikut Kegiatan Sosial GEM 2025 di Pusat Jagaan Warga Tua Selangor
Selain teknologi, program mencakup rotasi tanaman, teknik cangkok dan stek, serta penyediaan bibit unggul terstandarisasi dengan tingkat keberhasilan tumbuh mencapai 95 persen. Pendampingan usaha meliputi penyusunan SOP, pembukuan digital, penghitungan Harga Pokok Produksi (HPP), pemasaran digital, dan pengembangan kemitraan business-to-business (B2B).
Laporan program mencatat peningkatan omzet hingga 70 persen dan kapasitas tata kelola sebesar 70 persen, serta terbukanya kerja sama dengan dua reseller dan dua retailer. Integrasi produksi, pengolahan, pemasaran, dan wisata edukasi diharapkan memperkuat ekosistem ekonomi Desa Sambibulu.
Melalui konsep tersebut, wisatawan dapat menikmati fasilitas rekreasi seperti sepeda bebek, flying fox, kolam renang, dan kafe sekaligus memperoleh pengalaman mengenai pertanian modern, pengolahan produk, dan pengembangan usaha berbasis potensi lokal. Program PDB Unitomo diarahkan untuk memperkuat kelembagaan masyarakat, meningkatkan nilai tambah produk, memperluas peluang usaha, dan mendorong kemandirian ekonomi Desa Sambibulu secara berkelanjutan.
Editor : Slow