Ikapete Berduka, Yusuf Hidayat Kenang M. Sholeh sebagai Sosok Sahabat yang Peduli Sesama Alumni Tebuireng

Reporter : Mohammad

SURABAYA – Wafatnya pengacara sekaligus aktivis H. Muhammad Sholeh, S.H., meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar alumni Pondok Pesantren Tebuireng (Ikapete). Almarhum dikenang bukan hanya sebagai advokat yang vokal memperjuangkan keadilan, tetapi juga pribadi yang memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama sahabat dan alumni.

Alumni Pondok Pesantren Tebuireng (Ikapete) Jombang, Yusuf Hidayat, mengatakan M. Sholeh merupakan sosok yang selalu hadir ketika sahabat maupun alumni membutuhkan bantuan. Baginya, dedikasi almarhum terhadap persaudaraan di lingkungan Tebuireng menjadi warisan yang tidak mudah dilupakan.

"Beliau adalah seorang sahabat yang sangat peduli kepada sesama kawan dan alumni Pondok Pesantren Tebuireng. Dedikasinya untuk membantu dan menjaga silaturahmi di antara alumni sangat besar," kata Yusuf Hidayat di Surabaya, Jumat (7/8/2026).
Menurut Yusuf, kabar wafatnya M. Sholeh juga menjadi perhatian Menteri Sosial RI, KH Irfan Yusuf, yang juga merupakan keluarga besar Pesantren Tebuireng. Informasi duka tersebut, kata dia, bermula ketika KH Irfan Yusuf menghubunginya untuk memastikan kebenaran kabar meninggalnya M. Sholeh.

"Saya mendapat telepon dari Kyai Haji Irfan Yusuf yang menanyakan apakah benar Cak Sholeh telah meninggal dunia. Setelah mendapat kepastian, beliau menyampaikan bahwa almarhum adalah orang baik," ujarnya.
Yusuf menambahkan, KH Irfan Yusuf juga mengaku kehilangan sosok alumni Tebuireng yang selama ini dikenal aktif mengabdikan diri kepada masyarakat melalui profesinya sebagai advokat.

"Beliau juga menyampaikan turut kehilangan salah satu santri Tebuireng yang telah memberikan pengabdian bagi masyarakat. Ini menunjukkan bahwa almarhum memiliki tempat tersendiri di hati banyak orang," tuturnya.
Semasa hidup, M. Sholeh dikenal luas sebagai pengacara yang kerap mendampingi masyarakat kecil dalam memperjuangkan hak-haknya. Namanya semakin dikenal publik melalui gerakan "No Viral No Justice", yang menjadi kritik terhadap penegakan hukum yang dinilai sering bergerak setelah suatu persoalan viral di media sosial.

Namun, di mata keluarga besar Tebuireng, M. Sholeh lebih dari sekadar advokat. Ia dikenang sebagai sahabat yang rendah hati, mudah membantu, serta tetap menjaga nilai-nilai persaudaraan yang ditanamkan selama menimba ilmu di pesantren.

Kepergian M. Sholeh menjadi kehilangan bagi banyak kalangan, khususnya keluarga besar Ikapete. Dedikasi dan kepeduliannya terhadap sesama diharapkan menjadi teladan bagi generasi alumni Tebuireng untuk terus mengabdi kepada masyarakat dengan semangat keikhlasan dan persaudaraan.

Editor : Mohammad

Peristiwa
5 Berita Teratas Pekan Ini
Berita Terbaru