Peluncuran Buku KH Ma'ruf Amin Satukan Tokoh NU, Bahas Arah Organisasi Jelang Muktamar Ke-35

Reporter : Mohammad

Jakarta – Peluncuran buku terbaru Mustasyar PBNU, KH Ma'ruf Amin, menjadi perhatian publik setelah dihadiri sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang disebut masuk dalam bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar Ke-35.

Acara peluncuran buku berjudul Fikroh, Manhaj, dan Harakah Nahdhiyyah dalam Perspektif KH Ma'ruf Amin berlangsung di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (5/8/2026) malam. Kehadiran para tokoh NU dalam satu forum dinilai menjadi momentum penting di tengah meningkatnya dinamika menjelang pemilihan kepemimpinan PBNU.

Baca juga: Pemasangan Lisplang dan Kusen Jendela RTLH Bapak Nardianto Terus Dikebut Satgas TMMD Ke-129

Sejumlah tokoh yang hadir di antaranya Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Ketua PWNU Jawa Timur Abdul Hakim Mahfudz, Wakil Ketua Umum MUI Marsudi Syuhud, Muhammad Yusuf Chudlori, hingga Imam Jazuli.

Dalam sambutannya, KH Ma'ruf Amin mengapresiasi kehadiran para tokoh NU. Ia juga menyinggung hadirnya sejumlah figur yang disebut-sebut akan maju sebagai calon Ketua Umum PBNU.

"Selain Ketua Umum, juga hadir banyak calon ketua umum. Ada yang sudah diumumkan, ada yang sudah deklarasi, dan ada yang belum deklarasi. Saya ingin menyampaikan terima kasih," ujar KH Ma'ruf Amin.

Melalui bukunya, KH Ma'ruf Amin menegaskan bahwa NU merupakan organisasi yang memiliki pedoman perjuangan yang jelas melalui tiga pilar utama, yaitu fikroh (cara berpikir), manhaj (metode), dan harakah (gerakan). Menurutnya, warga Nahdliyin harus tetap berpegang teguh pada khittah perjuangan para pendiri NU.

Ia juga menekankan pentingnya tiga fungsi utama NU, yakni himayah (menjaga), ishlah (memperbaiki), dan taqwiyah (menguatkan) dalam kehidupan beragama, berbangsa, hingga penguatan ekonomi umat.

Baca juga: Pemasangan Dinding Luar RTLH Ibu Samsia, Satgas TMMD Ke-129 Wujudkan Hunian Layak bagi Warga

Di bidang ekonomi, KH Ma'ruf Amin mengangkat kembali semangat Nahdlatut Tujjar sebagai fondasi kemandirian ekonomi NU. Ia menilai Gerakan Koin NU menjadi contoh nyata bagaimana kontribusi kecil yang dilakukan secara bersama mampu memperkuat ekonomi masyarakat.

Menutup pemaparannya, KH Ma'ruf Amin mengajak seluruh warga NU untuk berorganisasi dengan pemahaman dan keyakinan yang kuat serta menjadikan semangat cinta tanah air sebagai wujud nyata kontribusi dalam pembangunan bangsa.

Peluncuran buku tersebut tidak hanya menjadi forum akademik, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi para tokoh sentral NU yang berlangsung di tengah menghangatnya pembahasan arah kepemimpinan organisasi menjelang Muktamar Ke-35 PBNU.

 

Baca juga: Satgas TMMD Ke-129 Terus Laksanakan Pembenahan Badan Jalan Demi Hasil yang Maksimal

Kategori: Politik

 

Tag: PBNU, KH Ma'ruf Amin, Nahdlatul Ulama, Muktamar NU Ke-35, Buku KH Ma'ruf Amin, Politik Indonesia

Editor : Mohammad

Peristiwa
5 Berita Teratas Pekan Ini
Berita Terbaru