FK UWKS Gelar Skrining Sindroma Metabolik di Sumenep, Dorong Deteksi Dini Penyakit Degeneratif

Reporter : Mohammad

SUMENEP — Tim dosen Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (FK UWKS) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pemeriksaan penyaring sindroma metabolik dan edukasi kesehatan bagi masyarakat di Desa Batang-Batang Daya, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Sabtu (27/6/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya kelompok lanjut usia (lansia), mengenai pentingnya deteksi dini sindroma metabolik sebagai upaya pencegahan berbagai penyakit degeneratif.

Kegiatan yang berlangsung bekerja sama dengan Puskesmas Batang-Batang tersebut merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Tim pelaksana terdiri atas dr. Novina Aryanti, Sp.PK, dr. H. Heru Setiawan, M.Imun, dr. Deddy Hartanto, Sp.KKLP., M.Imun., dipl.AAAM., dipl.CIBTAC (U.K.), serta melibatkan mahasiswa Riffania Fianti Nawangsari, M. Rizky Cahyo S., dan Ibrahim.

Baca juga: FK UWKS Gelar “Pondok Paru Sehat” di Sumenep, Dorong Deteksi Dini TBC, PPOK, dan Kanker Paru

Berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan di wilayah kerja Puskesmas Batang-Batang, masih banyak masyarakat yang belum memahami faktor risiko sindroma metabolik dan hubungannya dengan berbagai penyakit kronis, serta pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Kondisi tersebut mendorong tim dosen FK UWKS menghadirkan edukasi kesehatan yang disertai pemeriksaan penyaring sebagai langkah promotif dan preventif.

Selama kegiatan, peserta memperoleh materi mengenai pengertian sindroma metabolik, kaitannya dengan proses penuaan, sarkopenia, resistensi insulin, hingga dampaknya terhadap munculnya penyakit seperti diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung, dan stroke. Tim dokter juga memberikan edukasi mengenai penerapan pola hidup sehat melalui pengaturan konsumsi gula, garam, dan lemak jenuh, peningkatan aktivitas fisik, serta pentingnya menjaga berat badan ideal.

Selain penyampaian materi, masyarakat mengikuti sesi diskusi interaktif, konsultasi kesehatan, serta pemeriksaan penyaring untuk membantu mengenali faktor risiko sejak dini. Sebanyak 38 peserta yang terdiri atas lansia dan masyarakat umum tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai.

Evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai definisi dan komponen sindroma metabolik, hubungan penuaan dengan resistensi insulin, pentingnya gaya hidup sehat, serta manfaat pemeriksaan kesehatan rutin di Puskesmas maupun Posyandu Lansia.

Baca juga: FK UWKS Edukasi Warga Sumenep, Tekankan Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan untuk Cegah Diabetes Melitus

Tim pelaksana menilai bahwa edukasi kesehatan yang dipadukan dengan pemeriksaan penyaring menjadi pendekatan efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan penyakit tidak menular. Dengan pemahaman yang lebih baik, masyarakat diharapkan mampu melakukan perubahan perilaku menuju pola hidup yang lebih sehat sehingga risiko penyakit degeneratif dapat ditekan.

Sebagai luaran kegiatan, tim menghasilkan peningkatan pengetahuan masyarakat yang terdokumentasi melalui hasil evaluasi, media edukasi mengenai sindroma metabolik, publikasi kegiatan, dokumentasi pelaksanaan, serta penguatan kerja sama dengan Puskesmas Batang-Batang dalam upaya peningkatan pelayanan kesehatan berbasis promotif dan preventif.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini didanai oleh Universitas Wijaya Kusuma Surabaya melalui program hibah internal Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2026.

Baca juga: Masyarakat Batang-Batang Antusias Ikuti Edukasi Diabetes dan Kesehatan Gusi, FK UWKS Deteksi Dini Penyakit Periodontal

Tim pelaksana menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi dan terima kasih kepada Civitas Akademika Universitas Wijaya Kusuma dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Wijaya Kusuma Surabaya atas dukungan pendanaan, pembinaan, dan fasilitasi sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Puskesmas Batang-Batang, Pemerintah Desa Batang-Batang Daya, serta seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi aktif dan mendukung suksesnya kegiatan ini.

Masyarakat Desa Batang-Batang Daya juga berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan agar edukasi dan pendampingan kesehatan semakin luas menjangkau masyarakat. Melalui sinergi antara perguruan tinggi, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan puskesmas, diharapkan kualitas kesehatan masyarakat terus meningkat serta mampu mendukung terwujudnya masyarakat yang sehat, mandiri, dan produktif.

Editor : Mohammad

Peristiwa
5 Berita Teratas Pekan Ini
Berita Terbaru