BANYUWANGI – Ratusan pembalap BMX dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara dipastikan ambil bagian dalam ajang Banyuwangi BMX Supercross 2026 yang akan berlangsung pada 27-28 Juni 2026 di Sirkuit BMX Supercross Muncar, Banyuwangi. Menjelang pelaksanaan, sejumlah atlet terlihat mulai menjalani sesi latihan di lintasan yang dikenal sebagai salah satu trek BMX supercross terpanjang di dunia tersebut.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Banyuwangi, Dwi Handayani, mengatakan pendaftaran peserta telah dibuka sejak Mei dan akan ditutup pada 20 Juni 2026. Event balap sepeda internasional ini diproyeksikan menjadi salah satu agenda olahraga terbesar di Banyuwangi tahun ini.
Baca juga: Sekolah Rakyat Banyuwangi Capai 75%, Ipuk Lapor ke Mensos
"Selain pembalap nasional, sejumlah atlet dari Singapura, Filipina, dan Thailand juga dijadwalkan mengikuti kejuaraan ini. Pendaftaran sudah dibuka sejak Mei lalu dan berlangsung hingga 20 Juni melalui website banyuwangisport.com," kata Dwi Handayani, Jumat (19/6/2026).
Ajang Banyuwangi BMX Supercross 2026 masuk dalam kalender Union Cycliste Internationale (UCI) Class 1, sehingga penyelenggara harus memastikan seluruh aspek teknis dan fasilitas memenuhi standar internasional. Status tersebut sekaligus menjadi daya tarik tersendiri bagi para atlet yang ingin mengumpulkan poin dan pengalaman bertanding di level internasional.
Untuk mendukung kelancaran kompetisi, Dispora Banyuwangi saat ini melakukan berbagai persiapan di area sirkuit. Perbaikan lintasan, pembersihan kawasan arena, hingga penataan fasilitas pendukung terus dikebut menjelang hari pelaksanaan.
Menurut Dwi, aspek keselamatan menjadi perhatian utama penyelenggara. Berbagai prosedur teknis telah disiapkan agar perlombaan berjalan aman dan sesuai regulasi yang berlaku.
"Aspek teknis yang kami siapkan antara lain prosedur medis apabila terjadi cedera, pengamanan di area paddock dan start hill, serta mekanisme start agar berjalan cepat, tepat, dan sesuai aturan," ujarnya.
Selain itu, panitia juga melakukan pemetaan lokasi untuk penempatan perlengkapan lomba dan berbagai properti pendukung. Koordinasi lintas instansi juga terus dilakukan, terutama terkait layanan kesehatan, keamanan, rekayasa parkir, hingga atraksi pendukung selama event berlangsung.
"Kami juga melakukan koordinasi dengan stakeholder dan perangkat daerah terkait, khususnya untuk kebutuhan medis, keamanan, pengaturan parkir, atraksi, dan kebutuhan teknis lainnya," tambahnya.
Sejumlah atlet bahkan telah lebih dahulu tiba di Banyuwangi untuk beradaptasi dengan karakter lintasan. Kehadiran para pembalap sebelum perlombaan berlangsung menunjukkan tingginya antusiasme peserta terhadap kejuaraan ini.
Dispora Banyuwangi juga menyediakan fasilitas latihan dengan biaya yang relatif terjangkau. Atlet lokal Banyuwangi dikenakan retribusi Rp5.000 per orang, peserta dari luar daerah Rp10.000 per orang, sedangkan tim internasional dikenai biaya Rp2,5 juta per tim per hari.
Baca juga: Ipuk Fiestiandani Ancam Tindak Tegas Sekolah yang Jual Seragam dan Buku Selama SPMB
Dwi menjelaskan biaya bagi tim internasional lebih tinggi karena mencakup layanan tambahan yang dibutuhkan atlet selama menjalani latihan.
"Untuk tim luar negeri memang lebih mahal karena mereka meminta paket fasilitas lengkap, termasuk pendampingan tenaga medis selama sesi latihan berlangsung," jelasnya.
Salah satu hal yang menjadi pembeda pada penyelenggaraan tahun ini adalah hadirnya kategori baru Men Under 23 (U23) dan Women Under 23 (U23). Kategori tersebut untuk pertama kalinya dipertandingkan dalam sejarah Banyuwangi BMX Supercross.
Penambahan kelas U23 diharapkan membuka peluang lebih besar bagi atlet muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding di level internasional sekaligus menjadi wadah pembinaan pembalap potensial menuju jenjang elite.
Sementara itu, Hilmi, pembalap asal Medan, Sumatera Utara, mengaku telah berada di Banyuwangi selama sepekan untuk mempersiapkan diri menghadapi persaingan yang diprediksi berlangsung ketat.
Ia datang bersama empat rekan satu tim dan langsung memanfaatkan waktu untuk mengenali karakter lintasan Muncar yang dikenal menantang.
"Saya bersama empat orang datang Minggu malam dan langsung latihan sejak hari Senin. Semoga bisa tampil maksimal dan meraih hasil terbaik," kata Hilmi.
Kejuaraan Banyuwangi BMX Supercross 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga berpotensi mendongkrak sektor pariwisata dan ekonomi daerah. Kehadiran atlet, ofisial, dan pendukung dari berbagai daerah maupun luar negeri diperkirakan akan meningkatkan aktivitas perhotelan, kuliner, hingga sektor usaha mikro di Banyuwangi.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan dan partisipasi pembalap dari berbagai negara, Banyuwangi BMX Supercross 2026 diharapkan menjadi ajang balap sepeda internasional yang mampu memperkuat posisi Banyuwangi sebagai salah satu destinasi sport tourism unggulan di Indonesia.
Banyuwangi BMX Supercross 2026, BMX Supercross Muncar, balap sepeda internasional Banyuwangi, UCI Class 1, pembalap BMX internasional, sport tourism Banyuwangi, kejuaraan BMX Indonesia. (red)
Editor : fuday