SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menggelar inspeksi mendadak (sidak) pasar sekaligus pelayanan tera timbangan gratis di Pasar Pahing Rungkut, Rabu (10/6/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan seluruh alat timbang milik pedagang bekerja sesuai standar sehingga transaksi jual beli berlangsung adil bagi konsumen maupun pedagang.
Koordinator Sidak Pasar Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan (Dinkopumdag) Kota Surabaya, Dicky Hermawan, mengatakan pelayanan tera merupakan program rutin yang dijalankan UPT Metrologi Legal Kota Surabaya.
Baca juga: GMNI Surabaya Latih Kader Jadi Jurnalis yang Berani di Era Media Sosial Makin Brutal
Menurutnya, kehadiran metrologi legal berfungsi menjaga kepercayaan dalam transaksi perdagangan dengan memastikan alat ukur, alat takar, alat timbang, dan perlengkapannya beroperasi secara akurat.
“Metrologi hadir untuk menjaga kepercayaan antara pedagang dan konsumen. Kami memastikan tidak ada pihak yang dirugikan akibat ketidaksesuaian ukuran timbangan,” ujar Dicky.
Dalam pemeriksaan tersebut, petugas menggunakan anak timbangan standar yang telah dikalibrasi dan memiliki ketertelusuran hingga Direktorat Metrologi di Bandung. Hal itu memastikan seluruh hasil pengujian memiliki tingkat akurasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Tak hanya melakukan pengujian, petugas juga langsung melakukan penyetelan apabila ditemukan ketidaksesuaian pada timbangan pedagang. Bahkan, Pemkot Surabaya menyiapkan tenaga reparatur untuk memperbaiki kerusakan ringan secara gratis.
“Jika ditemukan timbangan yang kurang tepat, kami langsung lakukan penyesuaian dan perbaikan. Semua layanan ini tidak dipungut biaya,” katanya.
Dicky mengungkapkan antusiasme pedagang terhadap program tera cukup tinggi. Banyak pedagang memanfaatkan kesempatan tersebut setelah mendapatkan informasi dari pengelola pasar maupun sosialisasi pemerintah.
Sebagian pedagang yang masih melayani pembeli memilih datang secara bergantian setelah aktivitas jual beli selesai.
Ia menegaskan, layanan tera tidak hanya menyasar sektor industri maupun SPBU, tetapi juga pedagang kecil di pasar tradisional. Karena itu, kegiatan tera dan sidak pasar terus dilakukan secara bergilir di seluruh pasar Kota Surabaya sepanjang tahun.
Baca juga: Bulan Ini Gaji ke-13 ASN Surabaya Segera Cair, Pemkot Pastikan Sesuai Aturan Pemerintah
“Masih banyak yang menganggap tera hanya melindungi pembeli. Padahal kami juga menemukan timbangan yang justru memberikan hasil berlebih sehingga merugikan pedagang. Karena itu tera penting untuk kedua belah pihak,” jelasnya.
Pemkot Surabaya telah menyusun jadwal sidak dan pelayanan tera selama satu tahun penuh. Informasi tersebut disampaikan melalui berbagai saluran resmi, termasuk kepada kepala pasar dan asosiasi pedagang.
Bagi pedagang yang tidak sempat mengikuti jadwal tera di pasar, layanan serupa tetap tersedia di kantor UPT Metrologi Legal Kota Surabaya yang berada di Gedung Siola lantai dua.
Program ini mendapat respons positif dari para pedagang. Agus, pedagang sembako di Pasar Pahing Rungkut, menilai tera ulang menjadi kebutuhan penting karena memberikan kepastian dalam setiap transaksi.
“Kalau timbangannya akurat, pedagang dan konsumen sama-sama diuntungkan. Apalagi layanan ini gratis, tentu sangat membantu kami,” ujarnya.
Baca juga: Pameran "What We See" di Wisma Jerman Surabaya, Perspektif Jujur Anak Tuai Apresiasi
Agus berharap pelayanan tera dapat dilakukan lebih sering dan menjangkau seluruh pasar tradisional di Surabaya. Menurutnya, keberadaan tanda tera pada timbangan juga meningkatkan kepercayaan pelanggan.
Pendapat serupa disampaikan Fahrul Rozi, pedagang lain di Pasar Pahing. Ia mengikuti tera ulang untuk memastikan alat timbang yang digunakan masih sesuai standar.
Hasil pemeriksaan menunjukkan timbangan miliknya tetap akurat dan layak digunakan dalam aktivitas perdagangan sehari-hari.
“Program seperti ini perlu terus dilakukan supaya timbangan tetap pas dan tidak merugikan konsumen,” kata Fahrul.
Bagi Fahrul, layanan tera gratis yang rutin digelar pemerintah menjadi bentuk dukungan nyata terhadap keberlangsungan usaha pedagang pasar tradisional. Selain memberikan kepastian usaha, program tersebut juga menjamin masyarakat memperoleh barang sesuai berat yang sebenarnya. (red)
Editor : fuday