Banyuwangi Jadi Gerbang Wisata Udara Baru Indonesia, Tiga Seaplane Siap Beroperasi

Reporter : fuday
Pesawat pendaratan pantai (amphibi) untuk wisata udara Banyuwangi

BANYUWANGI – Banyuwangi kembali mencatatkan langkah strategis di sektor pariwisata. Maskapai penerbangan amfibi Santai Seaplane memilih Banyuwangi sebagai basis operasional pertamanya di Indonesia untuk mengembangkan layanan wisata udara premium sekaligus memperkuat konektivitas destinasi wisata nasional.

Keputusan tersebut diumumkan dalam pertemuan antara jajaran Santai Seaplane dan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Lounge Pelayanan Publik Pemkab Banyuwangi, Rabu (10/6/2026).

Baca juga: Keindahan Banyuwangi yang Mendunia, Dari Api Biru Ijen hingga Ombak Legendaris G-Land

CEO Seaplane Asia, Denis Keller, mengatakan Banyuwangi dipilih karena memiliki posisi geografis yang strategis sebagai penghubung Pulau Jawa dan Bali. Lokasi tersebut dinilai membuka peluang besar untuk pengembangan jaringan wisata udara eksklusif di Indonesia.

“Banyuwangi merupakan gerbang yang menghubungkan Jawa dan Bali sehingga memiliki peluang besar untuk membangun konektivitas pariwisata yang lebih luas,” ujar Denis.

Menurut Denis, Banyuwangi juga memiliki ekosistem pariwisata yang lengkap. Selain dikenal dengan destinasi alam berkelas internasional, daerah ini memiliki kekayaan budaya dan fasilitas pendukung wisata yang terus berkembang.

Kondisi tersebut dinilai ideal untuk memperluas jaringan penerbangan wisata ke berbagai destinasi di kawasan barat maupun timur Indonesia.

Santai Seaplane merupakan bagian dari Seaplane Asia yang mengoperasikan pesawat amfibi untuk layanan penerbangan charter eksklusif. Perusahaan ini menawarkan pengalaman wisata udara dengan menyuguhkan panorama alam dari ketinggian sebagai nilai utama perjalanan.

“Konsep kami bukan sekadar menyediakan transportasi udara. Pengalaman selama penerbangan menjadi bagian penting yang ingin kami hadirkan bagi wisatawan. Kami ingin membawa lebih banyak wisatawan menikmati pariwisata berkualitas dengan pengalaman premium di Banyuwangi,” kata Denis.

Selain melayani wisata premium, armada Santai Seaplane juga dapat digunakan untuk kebutuhan evakuasi medis dan pengangkutan kargo.

Baca juga: Warga Bakungan Banyuwangi Ubah Limbah Rumah Tangga Jadi Sumber Penghasilan

Denis menambahkan, pesawat amfibi yang digunakan memiliki fleksibilitas tinggi, mudah dikonfigurasi untuk berbagai kebutuhan operasional, serta menawarkan tingkat keamanan, kenyamanan, dan efisiensi yang baik dengan dampak lingkungan yang lebih rendah.

Sementara itu, CEO Santai Seaplane, Wirmandi Sugriat, mengungkapkan perusahaan menargetkan mulai beroperasi di Banyuwangi pada Juli 2026. Saat ini, Santai Seaplane telah membuka home base di Bandara Banyuwangi.

Pada tahap awal, perusahaan menargetkan tiga armada beroperasi hingga akhir tahun. Pesawat yang digunakan adalah Cessna Caravan 208 EX Amphibian yang dikenal memiliki standar keselamatan tinggi dan kenyamanan optimal untuk penerbangan wisata.

“Menjadikan Bandara Banyuwangi sebagai basis operasional pertama memungkinkan kami menghadirkan akses menuju berbagai destinasi unggulan Indonesia, termasuk kawasan terpencil yang memiliki nilai ekologis tinggi,” ujar Wirmandi.

Ia menegaskan, pengembangan layanan ini tidak hanya berorientasi pada bisnis penerbangan, tetapi juga mendukung pariwisata berkelanjutan melalui kolaborasi dengan pemerintah, otoritas terkait, masyarakat lokal, dan industri perhotelan.

Baca juga: Sekolah Rakyat Banyuwangi Hampir Rampung, Progres Tembus 75 Persen, Siap Tampung 1.000 Siswa

Untuk layanan pemesanan, Santai Seaplane akan menerapkan dua skema. Pada beberapa rute, wisatawan dapat membeli kursi secara individu melalui sistem by the seat, sementara rute lainnya akan dilayani melalui sistem charter atau sewa penuh pesawat.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut positif kehadiran Santai Seaplane di daerahnya. Menurutnya, layanan wisata udara premium ini akan memperluas akses wisata sekaligus memperkuat posisi Banyuwangi sebagai destinasi wisata kelas dunia.

“Kami berharap kehadiran layanan pariwisata udara premium ini dapat memperluas jangkauan wisata Banyuwangi dan menunjukkan kesiapan Banyuwangi sebagai destinasi wisata global,” ujar Ipuk.

Pertemuan tersebut juga dihadiri General Manager Bandara Banyuwangi Mohammad Holik Muardi dan Direktur Akademi Penerbangan Indonesia Banyuwangi, Capt. Daniel D. Rumani. (red)

Editor : fuday

Peristiwa
5 Berita Teratas Pekan Ini
Berita Terbaru