Pemkot Surabaya Buka Hotline Lapor Cak Eri, Percepat Penanganan Aduan Warga

Reporter : Fudai
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi (FOTO Fuday)

SURABAYA - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengakui pelayanan di lingkungan Pemkot Surabaya masih memiliki sejumlah kekurangan. Ia menegaskan, pembenahan tidak bisa dilakukan sendirian. Perlu keterlibatan aktif masyarakat agar layanan publik bisa benar-benar membaik.

Karena itu, ia membuka kanal pengaduan baru bernama “Lapor Cak Eri”. Layanan ini berbasis WhatsApp di nomor 0811338884 dan hanya melayani pesan, bukan panggilan.

Baca juga: Pemkot Surabaya Perkuat Ekosistem Kebudayaan, Dorong Pengelolaan Lebih Inklusif

Melalui hotline tersebut, warga bisa menyampaikan keluhan secara langsung kepada wali kota. Aduan diharapkan lebih cepat diterima dan ditindaklanjuti.

Eri menjelaskan, hotline ini juga menjadi alat untuk memantau efektivitas sistem pengaduan yang sudah ada. Dengan cara ini, persoalan di tingkat kampung bisa diketahui dan ditangani lebih cepat.

Ia mengingatkan, sebelumnya Pemkot sudah memiliki layanan Sambat Warga di Lobby Balai Kota. Program itu memungkinkan warga menyampaikan keluhan secara langsung.

Dari pengalaman tersebut, Pemkot kemudian melakukan evaluasi. Salah satu hasilnya adalah program “1 ASN 1 RW” agar penanganan masalah bisa lebih cepat dan terarah.

Menurut Eri, konsep Kampung Pancasila turut memperkuat sistem ini. Berbagai persoalan di tingkat RW, mulai dari stunting, fasilitas umum, hingga lansia terlantar, dapat dipantau secara menyeluruh.

Hotline “Lapor Cak Eri” juga berfungsi sebagai alat kontrol. Dari laporan yang masuk, bisa dilihat apakah sistem seperti ASN pendamping, aplikasi Wargaku, dan kanal pengaduan lain berjalan efektif atau tidak.

Ia menegaskan, setiap masalah di wilayah harus memiliki solusi yang jelas. Jika belum selesai, harus ada target waktu penyelesaian.

Baca juga: Inflasi Jatim April 2026 Melambat ke 0,02%, Dipicu Harga BBM dan Pangan

Eri juga memastikan, jika suatu persoalan membutuhkan keputusan kepala daerah, maka kebijakan akan segera diambil. Langkah ini penting untuk mempercepat pelayanan sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat.

Hotline tersebut bahkan dipegang langsung olehnya. Tujuannya agar setiap laporan benar-benar terpantau dan tidak terabaikan.

Selain sebagai kanal aduan, layanan ini juga menjadi alat evaluasi kinerja birokrasi. Kecepatan respons dan efektivitas kerja perangkat daerah bisa diukur dari sini.

Menurutnya, kemajuan Surabaya sangat bergantung pada kecepatan pemerintah dalam menyelesaikan masalah warga.

Baca juga: Event HJKS 2026, Okupansi Hotel Surabaya Ditargetkan Ikut Melonjak

Eri juga menegaskan, hotline ini berbeda dengan layanan darurat Command Center 112. CC 112 fokus pada kondisi darurat seperti kebakaran atau kecelakaan.

Sementara itu, “Lapor Cak Eri” diperuntukkan bagi persoalan non-darurat yang menjadi kewenangan Pemkot.

Untuk urusan administratif seperti KTP atau perbaikan ringan, penanganan bisa dilakukan langsung. Sedangkan masalah lintas kewenangan, seperti sengketa tanah, akan difasilitasi bersama Badan Pertanahan Nasional melalui forum kelurahan.

Di akhir, Eri menekankan bahwa hotline ini akan menjadi alat monitoring berbagai sistem layanan yang sudah ada. Dengan begitu, seluruh mekanisme pelayanan bisa dipastikan berjalan lebih cepat, efektif, dan responsif. (red)

Editor : Fudai

Peristiwa
5 Berita Teratas Pekan Ini
Berita Terbaru