SURABAYA: Momentum peluncuran bersama Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yang dipusatkan di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra (FK UC) berkomitmen menghadirkan pendidikan spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) serta Bedah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berdaya saing global dan berbasis teknologi.
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra, Prof. Dr. dr. Hendy Hendarto, SpOG Subsp FER, menyampaikan bahwa pembukaan PPDS Obgyn dan Bedah di UC merupakan bagian dari solusi strategis untuk menjawab kebutuhan dokter spesialis, terutama di wilayah Indonesia Timur yang hingga kini masih menghadapi keterbatasan jumlah dan distribusi tenaga medis.
“Launching bersama ini menunjukkan semangat kolaborasi antar perguruan tinggi dalam mendukung program pemerintah mempercepat pemenuhan dokter spesialis. Namun lebih dari itu, kami ingin memastikan lulusan memiliki kompetensi klinis kuat, wawasan global, dan kemampuan adaptif terhadap perkembangan teknologi kesehatan,” ujarnya.
Sebagai bentuk diferensiasi, Universitas Ciputra telah menjalin kerja sama internasional dengan sejumlah institusi luar negeri seperti IMU (International Medical University), IIUM (International Islamic University Malaysia), Niigata University di Jepang, serta Mackay Memorial Hospital di Taiwan. Melalui kemitraan ini, peserta didik PPDS Obgyn dan Bedah berkesempatan mengikuti program observership maupun hands-on training, sehingga terlibat langsung dalam pelayanan pasien di lingkungan internasional.
Pengalaman tersebut diharapkan memperkaya perspektif klinis sekaligus membangun standar kompetensi yang selaras dengan praktik global. “Exposure internasional memberikan nilai tambah signifikan. Peserta didik tidak hanya memahami standar nasional, tetapi juga membandingkan dan mengadopsi praktik terbaik dunia,” jelas Prof. Hendy.
Selain kompetensi klinis, FK UC juga menekankan penguatan riset sebagai salah satu pilar utama pendidikan spesialis. Setiap peserta didik wajib menyelesaikan penelitian sebagai bagian dari kelulusan, sejalan dengan visi Universitas Ciputra dalam menghasilkan lulusan unggul yang berorientasi pada ilmu pengetahuan dan teknologi.
Keunggulan ini diperkuat dengan keberadaan Apple Developer Academy di lingkungan UC, yang siap mendukung pengembangan inovasi berbasis teknologi digital di bidang kesehatan. Sinergi ini membuka peluang lahirnya solusi digital health, aplikasi medis, maupun sistem pendukung pelayanan pasien yang dikembangkan langsung oleh para dokter spesialis muda.
“Kami ingin lulusan tidak hanya menjadi klinisi, tetapi juga inovator yang mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan,” tambahnya.
Dalam mendukung pemerataan layanan kesehatan, FK UC juga menyiapkan skema beasiswa bagi peserta didik dari Indonesia Timur dengan komitmen pengabdian kembali ke daerah asal. Pendekatan ini dirancang agar pendidikan spesialis benar-benar menghasilkan dampak langsung bagi masyarakat. Didukung pembangunan tower khusus Fakultas Kedokteran sebagai pusat pendidikan dan pelatihan klinis modern, Universitas Ciputra menempatkan PPDS sebagai bagian dari konsep “kampus berdampak” — menghadirkan solusi konkret terhadap tantangan nasional di sektor kesehatan.
Launching bersama Unusa dan UHT pada 21 Februari 2026 tidak hanya menjadi seremoni pembukaan program, tetapi juga simbol kolaborasi dan akselerasi peningkatan kualitas dokter spesialis Indonesia. Dengan integrasi kolaborasi global, penguatan riset, serta inovasi teknologi, Universitas Ciputra optimistis dapat berkontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas dan pemerataan layanan kesehatan nasional. (Humas UC)
Editor : Mohammad