SURABAYA – Semangat kader Partai Gerindra Surabaya kian menguat seiring bertambahnya usia partai yang kini memasuki 18 tahun. Hal itu disampaikan Cahyo Harjo Prakoso dalam kegiatan peringatan HUT ke-18 Partai Gerindra yang digelar penuh rasa syukur dan antusiasme di DPC Gerindra Surabaya, Sabtu (07/02).
Baca juga: Rumah Radio Bung Tomo Raib Tinggal Cerita, DPRD Surabaya Selidiki Kronologinya
Dalam sambutannya, Mas Cahyo (sapaan akrabnya) mengungkapkan, antusiasme kader dan simpatisan terus meningkat dibanding awal kepengurusan. Ia menyebut, kehadiran peserta yang semakin membludak menjadi bukti nyata bahwa kepercayaan masyarakat terhadap Gerindra terus tumbuh.
“Dulu saat awal kepengurusan, wajah-wajahnya belum sebanyak dan sesemangat sekarang. Sekarang makin ramai, makin banyak yang bergabung dan mau berjuang bersama Gerindra untuk masyarakat Surabaya,” tuturnya.
Ia menilai peningkatan dukungan tersebut tidak lepas dari kepemimpinan Ketua Umum Gerindra yang kini menjabat Presiden Republik Indonesia. Menurutnya, berbagai program pemerintah dinilai berpihak langsung kepada rakyat kecil.
Cahyo juga menerangka soal munculnya yel-yel “Prabowo dua periode” yang berkembang di tengah masyarakat. Ia memastikan hal itu bukan instruksi partai.
“Yel-yel itu bukan bentukan pimpinan, tapi murni aspirasi dari hati masyarakat yang menginginkan keberlanjutan kepemimpinan beliau,” tegasnya.
Dalam pidatonya, Mas Cahyo memaparkan sejumlah program pemerintah yang dinilai pro-rakyat, mulai dari keringanan pajak dan bantuan bagi pelaku UMKM, nelayan, subsidi ketahanan pangan, hingga perhatian besar pada sektor pendidikan melalui sekolah rakyat dan berbagai bantuan biaya pendidikan.
Tak hanya itu, ia menyoroti bantuan 200 becak listrik untuk warga lanjut usia di Surabaya. Program tersebut dinilai sangat membantu para penarik becak yang rata-rata berusia di atas 55 tahun.
“Bahkan ada yang 75 sampai 90 tahun masih bekerja menarik becak. Bantuan becak listrik ini sangat meringankan mereka,” jelasnya.
Meski Surabaya dikenal sebagai kota besar dengan pendapatan asli daerah (PAD) tinggi dan ekonomi yang tumbuh pesat, Mas Cahyo mengingatkan masih banyak warga yang hidup dalam keterbatasan.
“Masih ada yang penghasilannya di bawah Rp500 ribu per bulan. Masih ada yang bingung besok makan apa atau biaya sekolah anaknya bagaimana. Karena itu perjuangan kita belum selesai,” bebernya.
Baca juga: Taman Kota Jadi Etalase Iklan, Kebijakan Baru Reklame Kota Surabaya Tuai Tanda Tanya??
Sebagai anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur yang membidangi kesehatan dan pendidikan, ia mengaku melihat langsung dampak positif program sosial pemerintah, termasuk sekolah rakyat yang telah membantu ratusan anak dari keluarga kurang mampu.
Menutup sambutannya, Cahyo mengajak seluruh kader Gerindra tetap solid, optimistis, dan aktif mengawal program-program strategis pemerintah di tengah berbagai opini negatif di media sosial.
“Perjuangan 18 tahun ini bukan sekadar angka. Ini perjalanan panjang untuk terus hadir membawa kebaikan bagi masyarakat. Kita harus tetap semangat dan memastikan setiap program pemerintah benar-benar sampai kepada rakyat,” pungkasnya.(rda)
Editor : rudi