SURABAYA - Kasus superflu atau flu berat dengan gejala lebih intens mulai banyak ditemukan di kalangan remaja. Kondisi ini menjadi perhatian karena kerap disalahartikan sebagai flu biasa, padahal dapat mengganggu aktivitas harian hingga berdampak pada kesehatan jangka panjang.
Dilansir dari RRI, dalam Obrolan Kesehatan Pro 2, dr. Meta Mukhsinina Purnama menjelaskan bahwa superflu disebabkan oleh virus influenza. Secara umum, gejalanya mirip flu biasa, seperti demam, batuk, pilek, dan nyeri tubuh.
Baca juga: 15 Juta Remaja Seluruh Dunia Gunakan Vape, WHO Khawatir Gelombang Baru Pecandu Nikotin
Namun, menurut dr. Meta, superflu memiliki karakteristik yang lebih berat. Masa inkubasinya lebih cepat, virus dapat bertahan lebih lama di dalam tubuh, serta tingkat penularannya lebih tinggi.
“Superflu dapat menular melalui udara, misalnya saat penderita batuk atau bersin. Pada kondisi tertentu, penyakit ini bahkan bisa menyebabkan sesak napas,” ujar dr. Meta.
Ia menambahkan, superflu berpotensi menimbulkan komplikasi serius, terutama pada individu dengan penyakit penyerta atau daya tahan tubuh yang rendah. Salah satu tanda yang perlu diwaspadai adalah demam tinggi yang muncul mendadak dan tidak kunjung turun.
Penanganan superflu bergantung pada tingkat keparahan yang dialami pasien. Pada kasus ringan, istirahat yang cukup dan pengobatan untuk meredakan gejala dapat membantu proses pemulihan.
Sementara itu, pada kondisi yang lebih berat, pemeriksaan dan penanganan medis menjadi sangat penting guna mencegah komplikasi lanjutan.
Untuk pencegahan, dr. Meta menegaskan langkah-langkahnya serupa dengan kebiasaan saat pandemi Covid-19. Mulai dari mencuci tangan secara rutin, memakai masker saat sakit, menjaga jarak, hingga menghindari kerumunan.
Ia juga mengingatkan pentingnya menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) meski tidak dalam situasi pandemi. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan, mengonsumsi makanan bergizi, serta beristirahat cukup menjadi kunci menjaga daya tahan tubuh.
Meski kerap dianggap sepele, kesadaran dan kewaspadaan terhadap superflu perlu ditingkatkan, khususnya di kalangan remaja. Dengan mengenali gejala sejak dini, menerapkan pola hidup sehat, serta segera mencari pertolongan medis bila diperlukan, risiko superflu dapat diminimalkan, terutama di musim pancaroba. (red)
Editor : Fudai