artik.id skyscraper
artik.id skyscraper

Reses di Lontar, Cak Yebe Kawal Usulan U-Ditch dan Salurkan Rp25 Juta Untuk Rutilahu-Fasum Warga

avatar rudi
  • URL berhasil dicopy
Bendahara DPC Gerindra Surabaya Yona Bagus Widyatmoko (doc.udin)
Bendahara DPC Gerindra Surabaya Yona Bagus Widyatmoko (doc.udin)

SURABAYA – Aspirasi warga menjadi perhatian Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko yang akrab disapa Cak Yebe saat menggelar reses di Candi Lontar RT 6 RW 7, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Kamis (8/10).

Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan sejumlah kebutuhan lingkungan, salah satunya terkait usulan pembangunan U-Ditch di beberapa wilayah RT di RW 7 yang hingga kini belum terealisasi.

Menanggapi hal itu, Cak Yebe meminta pengurus RT dan RW tidak hanya menyampaikan usulan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), tetapi juga memastikan setiap pengajuan tercatat dan terdokumentasi.

Menurutnya, dokumen usulan tersebut penting diberikan kepada anggota DPRD dari daerah pemilihan (dapil) setempat. Dengan demikian, anggota dewan dapat mengetahui secara langsung kebutuhan warga sekaligus ikut mengawal proses pengajuan hingga pelaksanaannya.

“Kalau ada Musrenbang dan menyampaikan usulan terkait infrastruktur dan lainnya, sebisa mungkin memberikan salinan usulan tersebut kepada anggota dewan dapil agar menjadi atensi bagi dewannya untuk mengawal usulan tersebut sampai pada tahapan realisasinya,” tutur Cak Yebe pada Warta Artik.id

 

Dia menilai komunikasi antara pengurus lingkungan dan anggota dewan perlu diperkuat agar aspirasi masyarakat tidak berhenti sebatas masuk dalam daftar usulan pembangunan.

Pengawalan secara berkelanjutan, lanjut dia, juga diperlukan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan program yang telah diajukan melalui mekanisme perencanaan pembangunan.

Selain menyerap aspirasi, Cak Yebe juga memberikan bantuan tunai sebesar Rp20 juta untuk membantu renovasi rumah tidak layak huni (rutilahu) milik Mustofa.

Rumah tersebut sebelumnya telah diajukan melalui program rutilahu, namun hingga kini belum mendapatkan realisasi.

“Di kesempatan ini saya juga memberikan bantuan tunai sebesar Rp20 juta untuk renovasi rumah tidak layak huni milik Bapak Mustofa yang sempat diajukan melalui program rutilahu dan belum terealisasi,” kata Bendahara DPC Gerindra Kota Surabaya tersebut.

 

Tak hanya itu, Cak Yebe menyerahkan bantuan tunai Rp5 juta kepada warga RT 6 RW 7. Dana tersebut akan digunakan sebagai anggaran awal untuk menata lahan fasilitas umum (fasum) yang direncanakan menjadi ruang aktivitas olahraga warga.

“Bantuan Rp5 juta ini menjadi anggaran awal untuk merapikan tanah fasum yang akan digunakan sebagai sarana olahraga senam warga dan bola voli,” ungkapnya.

Menurut Cak Yebe, pemanfaatan lahan fasum sebagai ruang olahraga dapat memberikan fasilitas aktivitas yang lebih mudah dijangkau masyarakat. Penataan tersebut diharapkan sekaligus mendorong warga mengoptimalkan fasilitas lingkungan untuk kegiatan bersama.

Reses di Candi Lontar menjadi bagian dari agenda penyerapan aspirasi sekaligus melihat langsung kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut.

Cak Yebe memastikan aspirasi mengenai infrastruktur, rutilahu, hingga fasilitas olahraga akan menjadi bahan untuk dikawal sesuai dengan kewenangan DPRD Surabaya.

“Ya semoga bantuan ini bisa segera dimanfaatkan untuk kebutuhan warga dan memberikan manfaat. Saya juga akan terus mengawal usulan yang disampaikan warga agar bisa ditindaklanjuti sampai terealisasi,” pungkas Cak Yebe.(rda)

Editor :