artik.id skyscraper
artik.id skyscraper

RAPBD 2027, Banggar DPRD Surabaya Dorong Infrastruktur Jadi Stimulus Ekonomi

avatar rudi
  • URL berhasil dicopy
Politisi Muda PDI Perjuangan Surabaya Eri Irawan (doc.rudy)
Politisi Muda PDI Perjuangan Surabaya Eri Irawan (doc.rudy)

SURABAYA – Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Surabaya, Eri Irawan, menilai alokasi belanja infrastruktur pelayanan publik dalam Rancangan APBD (RAPBD) Surabaya 2027 menjadi sinyal positif terhadap komitmen pemerintah kota bersama DPRD dalam meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat.

Eri mengatakan, belanja infrastruktur pelayanan publik dalam RAPBD 2027 dianggarkan sekitar Rp6,22 triliun. Angka tersebut setara dengan sekitar 49,31 persen dari total RAPBD.

besarnya porsi anggaran tersebut menunjukkan perhatian terhadap pembangunan infrastruktur publik, mulai dari transportasi umum, konektivitas, infrastruktur jalan hingga pengendalian banjir.

“Ini sebenarnya sinyal bagus bahwa pemerintah kota mempunyai komitmen bersama DPRD untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, terutama terkait infrastrukturnya,” kata Eri pada Warta Artik.id Senin (28/09).

Ia menjelaskan, kebutuhan pembangunan infrastruktur di Surabaya tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik baru, tetapi juga peningkatan kapasitas infrastruktur yang sudah ada.

Salah satunya berkaitan dengan sistem drainase. Saat ini Surabaya memiliki sekitar 30 sistem drainase yang menurut Eri belum seluruhnya terkoneksi secara optimal.

“30 sistem drainase ini belum sepenuhnya tuntas dalam artian semuanya terkoneksi. Jadi memang ini selalu ada pembaruan, kemudian juga ada perkembangan-perkembangan terkait dengan perubahan iklim yang membuat kita membutuhkan infrastruktur yang lebih baik,” ujarnya.

Eri menyebut perencanaan pengendalian banjir juga perlu menyesuaikan kapasitas tampungan saluran air dan proyeksi debit hujan. Karena itu, pemerintah perlu melakukan simulasi serta pemodelan untuk menentukan kebutuhan infrastruktur di masing-masing kawasan.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah kawasan Surabaya Timur, khususnya Sukolilo dan sekitarnya. Selama ini, beban penanganan banjir di kawasan tersebut antara lain bertumpu pada Rumah Pompa Medokan Semampir.

Dengan pembangunan Rumah Pompa Nginden beban tersebut diharapkan dapat terbagi sehingga penanganan genangan di kawasan Surabaya Timur dapat dilakukan lebih optimal.

“Sekarang mulai terbagi dengan adanya pembangunan di rumah pompa di Nginden. Ini akan memudahkan penanganan banjir di wilayah Surabaya Timur, Sukolilo dan sekitarnya,” katanya.

Politisi Muda PDI Perjuangan Surabaya itu,menjelaskan pembangunan tersebut sempat terhenti selama sekitar dua tahun. Namun, anggarannya kembali dialokasikan sehingga ditargetkan dapat rampung pada akhir 2027 dan mendukung pengendalian banjir pada musim hujan berikutnya.

Selain pelayanan publik, Eri menilai belanja infrastruktur juga memiliki fungsi sebagai stimulus pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurutnya, APBD tidak hanya harus diarahkan untuk belanja sosial, tetapi juga perlu digunakan untuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat melalui pembangunan infrastruktur.

Ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi ditopang sejumlah komponen, antara lain konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, investasi serta ekspor-impor. Di tengah kondisi ekonomi global yang penuh tantangan, pemerintah daerah dinilai perlu memastikan belanja APBD tetap memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat.

“Maka kita harus memastikan APBD ini tetap harus mengucur ke masyarakat dalam bentuk stimulan-stimulan untuk menggerakkan ekonomi. Maka ada belanja infrastruktur itu,” jelasnya.

Untuk sektor jalan, Eri menyebut pembangunan infrastruktur pada 2027 akan melanjutkan sejumlah proyek yang menjadi prioritas. Di antaranya pembangunan dan penuntasan bagian Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB), pelebaran Jalan Wiyung, serta pembangunan Jalan Lingkar Dalam Barat.

Pembangunan konektivitas juga mulai diarahkan ke kawasan timur Surabaya. Salah satunya melalui persiapan pembangunan jalan, termasuk pembebasan lahan, dari kawasan Semolowaru hingga Taman Harmoni di Keputih.

“Kita targetkan semuanya bergerak paralel. Barat bergerak, timur bergerak, utara bergerak, kemudian selatan juga bergerak,pembangunan infrastruktur tersebut juga diarahkan untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi Surabaya pada 2027 yang dipatok sebesar 5,48 persen,"pungkasnya (rda)

Editor :