SURABAYA - Akses pendidikan tinggi bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Jawa Timur terus mendapat pengawalan. Anggota Komisi X DPR RI Adela Kanasya Adies menyalurkan bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah kepada sejuta mahasiswa di Surabaya guna menekan angka putus kuliah akibat kendala finansial.
Penyerahan beasiswa tersebut berlangsung saat jaring aspirasi bersama 500 warga, relawan, dan organisasi pemuda di Sekretariat Relawan Surabaya, Genteng, Minggu (21/9/2026).
Baca juga: Adela Kanasya Adies dan Golkar Surabaya Perkuat Solidaritas Lewat Kurban Idul adha
Program bantuan ini menyasar mahasiswa dari keluarga kurang mampu agar dapat menyelesaikan studi perguruan tinggi tanpa terbebani biaya operasional.
Bagi para penerima manfaat, dukungan ini menjadi angin segar di tengah tingginya biaya pendidikan tinggi. Shinta, salah satu mahasiswa penerima bantuan, menyebut program tersebut melapangkan jalannya menembus bangku kuliah.
"Bantuan ini sangat meringankan beban ekonomi keluarga kami. Kami berharap kuota penerima terus ditambah agar lebih banyak anak muda mendapat kesempatan serupa," ujar Shinta.
Baca juga: Reni Astuti Temukan Data DTSEN Tak Sesuai, Warga Miskin Malah Masuk Desil Tinggi
Selain membagikan KIP Kuliah, legislator dari daerah pemilihan Jawa Timur I yang meliputi Surabaya dan Sidoarjo ini memanfaatkan tatap muka tersebut untuk menyerap masukan seputar pendidikan, olahraga, kebudayaan, serta pengembangan sumber daya manusia.
Seluruh aspirasi dari warga Kota Pahlawan akan menjadi bahan evaluasi Komisi X DPR RI dalam mengawasi kebijakan pemerintah pusat.
Baca juga: Maknai Hari Ibu dengan Kepedulian, Enny Minarsih Bersama Reni Astuti Santuni Lansia dan Janda
"Dialog langsung seperti ini sangat krusial agar kami mendapat gambaran utuh mengenai persoalan di daerah. Masukan warga akan menjadi amunisi saat menjalankan fungsi pengawasan dan penganggaran di parlemen," kata Adela.
Politisi Partai Golkar ini menegaskan komitmennya untuk membuka ruang kolaborasi secara berkala demi memastikan program pemerintah di bidang pendidikan betul-betul tepat sasaran.
Editor : Mohammad