Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali mencatat capaian positif di sektor perdagangan internasional. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin East Java Trade and Investment Forum 2026 di Hong Kong yang berhasil membukukan transaksi senilai Rp12,03 triliun.
Nilai tersebut meningkat tajam dibanding pelaksanaan perdana misi dagang pada 2023 yang mencatat transaksi sekitar Rp1,1 triliun. Peningkatan ini dinilai menjadi bukti semakin tingginya kepercayaan pasar global terhadap produk-produk unggulan Jawa Timur.
Baca juga: DPRD Jatim Sahkan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Menjadi Perda
Forum yang digelar di Regal Hotel Hong Kong itu diikuti sekitar 100 peserta, mulai dari jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur, KJRI Hong Kong, pelaku usaha, calon pembeli, hingga investor. Berbagai komoditas dipromosikan, seperti perhiasan emas, hasil perikanan, kopi, alas kaki, kosmetik, produk makanan olahan, tembakau, produk turunan CPO, hingga kerajinan.
Khofifah mengatakan Hong Kong memiliki posisi strategis sebagai pusat perdagangan, logistik, dan keuangan dunia, sekaligus menjadi pintu masuk penting bagi produk-produk Jawa Timur ke pasar internasional.
Baca juga: Patroli Air Jatim Gandeng Industri Jaga Kali Surabaya dari Pencemaran
Menurutnya, misi dagang tidak hanya bertujuan meningkatkan nilai ekspor, tetapi juga membuka peluang investasi baru, memperluas jaringan bisnis, memperkuat rantai pasok global, serta mendorong alih teknologi untuk meningkatkan daya saing industri daerah.
Selain fokus pada perdagangan, forum tersebut juga diarahkan untuk menarik investasi strategis. Salah satunya investasi dari PT Sunrise Masami Indonesia asal Hong Kong yang membangun industri pengalengan pertama di Indonesia di Jawa Timur. Investasi ini diharapkan mampu memperkuat hilirisasi sektor perikanan dan industri makanan-minuman serta mengurangi ketergantungan terhadap produk kaleng impor.
Baca juga: Pasar Murah di Gunung Anyar Jual Beras Rp11 Ribu dan Minyak Rp13 Ribu, Khofifah Turun Langsung
Sementara itu, Acting Konsul Jenderal RI di Hong Kong, Fithonatul Mar'ati, menilai forum tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan perdagangan dan investasi antara Jawa Timur dengan Hong Kong serta kawasan Greater Bay Area.
Pemprov Jawa Timur optimistis capaian transaksi lebih dari Rp12 triliun ini akan semakin memperkuat posisi provinsi tersebut sebagai salah satu pusat perdagangan internasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif.
Editor : Mohammad