Setahun Layani Rute Banyuwangi–Denpasar, Kapal Cepat Express Bahari 1F Resmi Hentikan Operasional

Reporter : Lani

JEMBRANA - Layanan penyeberangan kapal cepat yang menghubungkan Marina Boom Banyuwangi dengan Pelabuhan Serangan, Denpasar resmi berakhir. Setelah kurang lebih satu tahun melayani masyarakat dan wisatawan, Express Bahari 1F menghentikan operasionalnya mulai Kamis, 2 Juli 2026.

Informasi penghentian layanan tersebut diumumkan langsung oleh manajemen Express Bahari melalui akun resmi mereka. Keputusan ini sekaligus mengakhiri perjalanan salah satu moda transportasi laut yang sempat menjadi alternatif bagi penumpang yang ingin bepergian antara Banyuwangi dan Bali dengan waktu tempuh yang lebih singkat.

Baca juga: Surplus Produksi Beras Banyuwangi Capai 174 Ribu Ton pada Semester I 2026

Sejak diluncurkan secara bertahap (soft launching) pada Juli 2025, kapal cepat ini melayani rute Banyuwangi–Denpasar pulang pergi secara rutin. Operasional dilakukan hampir setiap hari dengan jadwal libur setiap hari Selasa.

Dalam perjalanannya, kapal berkapasitas sekitar 400 penumpang tersebut juga sempat menjalankan penugasan lain. Saat arus mudik dan balik Idulfitri pada Maret 2026, Express Bahari 1F dialihkan sementara untuk memperkuat layanan penyeberangan rute Pelabuhan Jangkar, Situbondo – Kepulauan Raas.

Setelah masa penugasan tersebut berakhir, kapal kembali bersandar di Dermaga Pelabuhan Rakyat Marina Boom Banyuwangi pada pertengahan April 2026. Namun, tidak lama kemudian manajemen memutuskan untuk menghentikan layanan Banyuwangi–Denpasar secara permanen.

Baca juga: Juri UCI Sebut Sirkuit BMX Banyuwangi Salah Satu Trek Terbaik Dunia

Kepala UPT Pelabuhan Pengumpan Regional Banyuwangi, Yohanes Heri Kriswirawan, membenarkan penghentian operasional kapal cepat tersebut. Menurutnya, keputusan itu sepenuhnya merupakan kebijakan perusahaan sebagai operator swasta.

Ia menjelaskan bahwa Express Bahari beroperasi tanpa dukungan subsidi pemerintah sehingga seluruh aspek bisnis menjadi pertimbangan perusahaan, termasuk kemungkinan memindahkan armada ke lintasan yang dinilai lebih prospektif secara ekonomi.

Baca juga: Banyuwangi Catat Kenaikan Usia Harapan Hidup, Lansia Jadi Subjek Pembangunan

"Ini murni keputusan perusahaan karena kapal tersebut merupakan pelayaran swasta dan tidak mendapatkan subsidi. Kemungkinan perusahaan memiliki pertimbangan bisnis untuk mengoperasikan kapal pada rute yang dinilai lebih menguntungkan," ujar Heri.

Dengan berhentinya layanan ini, masyarakat yang hendak melakukan perjalanan laut langsung dari Banyuwangi menuju Denpasar kembali harus memanfaatkan alternatif transportasi lain melalui jalur penyeberangan Selat Bali maupun moda transportasi darat dan udara. (*)

Editor : Lani

Peristiwa
5 Berita Teratas Pekan Ini
Berita Terbaru