Surabaya Shopping Festival 2026 Tebar Diskon hingga 70 Persen Selama HJKS

Reporter : Amar
Ciputra World Surabaya (Foto mar)

SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya mengajak masyarakat memanfaatkan momentum Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 tahun 2026 dengan menikmati berbagai agenda wisata, hiburan, hingga promo belanja yang digelar sepanjang Mei. Selain festival budaya dan kuliner, tahun ini Pemkot juga memperkuat konsep medical tourism atau wisata medis untuk menarik wisatawan dari berbagai daerah.

Kepala Bidang Pariwisata Disbudporapar Surabaya, Farah Andita Ramdhani, mengatakan Mei menjadi periode terbaik untuk berkunjung ke Kota Pahlawan karena hampir setiap pekan dipenuhi event besar dan program promo dari berbagai sektor.

Baca juga: Hotline Cak Eri Terima 350 Laporan per Hari, Wali Kota Soroti Respons Cepat ASN

“Selama satu bulan penuh Surabaya benar-benar meriah. Banyak event besar, promo belanja, festival budaya, hingga kegiatan wisata lainnya yang sayang dilewatkan,” kata Farah, Rabu (13/5/2026).

Salah satu agenda unggulan dalam rangkaian HJKS adalah Surabaya Shopping Festival (SSF) 2026. Program ini melibatkan pusat perbelanjaan, hotel, restoran, hingga pelaku UMKM lokal untuk menggairahkan sektor wisata belanja.

Menurut Farah, masyarakat yang datang ke Surabaya selama Mei tidak hanya bisa menikmati festival dan hiburan, tetapi juga berbelanja dengan berbagai penawaran menarik di pusat-pusat perbelanjaan.

Dalam SSF 2026, pengunjung dapat menikmati diskon hingga 70 persen di sejumlah mal dan pusat belanja selama bulan Mei. Sebanyak 15 pusat perbelanjaan ikut berpartisipasi, di antaranya Ciputra World Surabaya, Galaxy Mall, Grand City, Pakuwon Mall, Royal Plaza, hingga Tunjungan Plaza.

Berbagai program tambahan juga disiapkan untuk menarik minat pengunjung. Mulai dari night shopping, cashback, buy one get one free, lucky draw, event komunitas, hingga sport and wellness activity.

Tak hanya fokus pada wisata belanja, Pemkot Surabaya juga mulai mengembangkan medical tourism sebagai bagian dari penguatan sektor pariwisata kota.

Farah menjelaskan, program tersebut ingin menunjukkan bahwa Surabaya tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata dan kuliner, tetapi juga memiliki layanan kesehatan berkualitas.

“Medical tourism ini ingin menunjukkan bahwa Surabaya tidak hanya punya wisata dan kuliner, tetapi juga layanan kesehatan yang berkualitas,” ujarnya.

Program wisata medis sebelumnya telah diluncurkan bersama Dinas Kesehatan dan sejumlah rumah sakit yang memiliki sertifikasi layanan medical tourism. Pemkot juga menggandeng travel agent untuk membantu promosi kepada masyarakat luar daerah.

Farah berharap perpaduan wisata belanja, festival budaya, kuliner, dan layanan kesehatan dapat membuat wisatawan tinggal lebih lama di Surabaya sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi daerah.

Baca juga: Festival Rujak Uleg 2026 Surabaya Diserbu Ribuan Warga, Tema Piala Dunia Jadi Sorotan Utama

“Harapannya wisatawan datang ke Surabaya bukan hanya untuk menikmati event, tetapi juga berbelanja, staycation, kulineran, sampai memanfaatkan layanan kesehatan yang ada di sini,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia SSF 2026 sekaligus Wakil Ketua Bidang Promosi APPBI DPD Jawa Timur, Hendra Lienanda, optimistis festival belanja tahun ini mampu mendorong aktivitas ekonomi selama HJKS berlangsung.

Menurutnya, promosi dilakukan secara masif dengan menghadirkan berbagai program belanja menarik, mulai dari cashback hingga 50 persen, diskon sampai 70 persen bahkan 80 persen di sejumlah tenant.

Hendra menyebut keterlibatan 15 pusat perbelanjaan besar menunjukkan tingginya antusiasme pelaku usaha dalam menyemarakkan HJKS ke-733. Masing-masing mal juga menyiapkan konsep promosi dan event berbeda untuk memberikan pengalaman belanja yang lebih menarik.

Ia menambahkan, pelaku UMKM turut dilibatkan dalam berbagai bazar kuliner dan promosi produk lokal agar mendapatkan ruang lebih luas untuk berkembang selama perayaan HJKS.

Selain itu, sejumlah pusat perbelanjaan juga akan menggelar medical travel fair yang menghadirkan rumah sakit, klinik, hingga layanan konsultasi kesehatan sebagai bagian dari penguatan wisata medis Surabaya.

Baca juga: WFH Pemkot Surabaya Efektif, Tagihan Listrik Turun hingga Rp200 Juta

“Konsep tersebut diharapkan dapat memperluas daya tarik wisata Surabaya, tidak hanya sebagai kota belanja dan kuliner, tetapi juga sebagai tujuan layanan kesehatan,” terang Hendra.

Di sisi lain, Ketua PHRI Surabaya, Firman Sudi Permana, memastikan sektor perhotelan siap menyambut peningkatan jumlah wisatawan selama HJKS berlangsung.

Menurut Firman, kualitas pelayanan, kebersihan, keamanan, transportasi, hingga fasilitas pendukung terus diperkuat agar wisatawan merasa nyaman selama berada di Surabaya.

Sejumlah hotel juga mulai menyesuaikan fasilitas untuk mendukung wisatawan medis, seperti akses kursi roda, kamar khusus, area parkir ambulans, hingga fasilitas pendukung lainnya bagi pasien dan keluarga.

Firman menilai medical tourism menjadi sektor potensial yang dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Surabaya, terutama dari kawasan Indonesia Timur.

“Aspek keamanan dan kenyamanan tamu tetap menjadi prioritas utama. Karena itu, PHRI terus mengimbau seluruh hotel untuk melakukan audit internal secara berkala,” pungkasnya. (mar)

Editor : Amar

Peristiwa
5 Berita Teratas Pekan Ini
Berita Terbaru