KUR Perumahan Tembus Rp305 Miliar di Surabaya, Libatkan 245 Debitur

Reporter : Fudai
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Maruarar Sirait

SURABAYA - Program pembiayaan perumahan sekaligus pemberdayaan ekonomi rakyat yang digagas Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman mencatat hasil mencolok di Surabaya, Jawa Timur.

Dalam satu hari pelaksanaan, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor perumahan tembus Rp305,26 miliar. Angka ini disalurkan kepada ratusan debitur di Kota Pahlawan.

Baca juga: Dorong UMKM Naik Kelas, AWS dan KOPAWAS Jatim Gelar Bazar di Hotel Dafam Surabaya

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Maruarar Sirait, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia secara khusus menyoroti peran Bank Tabungan Negara (BTN) yang dinilai aktif mendukung distribusi KUR perumahan di Surabaya.

Maruarar menyebut capaian tersebut sebagai yang terbesar dalam satu kali kegiatan sosialisasi secara nasional. Ia bahkan menegaskan nilai penyaluran kali ini melampaui Rp300 miliar hanya dari satu agenda.

“Ini KUR perumahan terbesar dalam satu sosialisasi di Surabaya,” ujarnya, Minggu (3/5/2026).

Pria yang akrab disapa Ara itu mengaku optimistis dampaknya akan terasa luas. Menurutnya, sektor properti bisa menjadi penggerak ekonomi daerah.

Ia menjelaskan, dana tersebut berpotensi menghidupkan banyak lini usaha. Mulai dari pengembang, kontraktor, toko bangunan, hingga pelaku UMKM pendukung.

Ara juga menyebut capaian ini sebagai rekor baru dalam program KUR perumahan. Ia menilai keberhasilan ini sejalan dengan dorongan pemerintah pusat dalam memperluas akses pembiayaan.

Baca juga: PDIP Surabaya Rayakan Hari Buruh 2026 dengan Bagi Sembako ke Ojol Perempuan

Dari total Rp305,26 miliar, dana tersebut disalurkan kepada 245 debitur. Rinciannya, 66 pengembang menerima Rp171 miliar.

Kemudian, enam kontraktor memperoleh Rp30 miliar. Sementara 10 pelaku usaha toko bangunan mendapatkan sekitar Rp50 miliar.

Dari sisi permintaan (demand), terdapat 163 debitur dengan total Rp53,4 miliar.

Skema pembiayaan yang ditawarkan tergolong ringan. Untuk sisi demand, bunga dipatok sekitar 0,5 persen per bulan atau setara 6 persen per tahun.

Baca juga: Sopir Truk Jatim Aksi di Surabaya, Protes BBM Subsidi dan Barcode yang Terblokir

Sedangkan untuk pelaku usaha seperti pengembang dan penyedia bahan bangunan, bunga berada di kisaran 5 persen. Plafon pembiayaan bahkan bisa mencapai Rp20 miliar.

Ke depan, pemerintah menargetkan peningkatan penyaluran KUR perumahan di Surabaya. Dalam tiga bulan mendatang, angka yang dibidik mencapai Rp500 miliar.

Ara memastikan program ini akan terus diperluas. Tujuannya, agar akses pembiayaan semakin mudah, cepat, dan terjangkau bagi masyarakat.

“Target berikutnya setengah triliun. Kita dorong program ini agar masyarakat bisa lepas dari jeratan rentenir,” tegasnya. (red)

Editor : Fudai

Peristiwa
5 Berita Teratas Pekan Ini
Berita Terbaru