SURABAYA - Linux Mint kembali menegaskan eksistensinya sebagai salah satu sistem operasi Linux paling ramah pengguna, khususnya bagi pemula dan mereka yang ingin bermigrasi dari Windows. Versi terbarunya hadir dengan peningkatan performa yang signifikan, penyempurnaan antarmuka, serta komitmen kuat pada stabilitas dan kenyamanan penggunaan sehari-hari.
Sebagai identitas utama, Linux Mint masih mengandalkan desktop Cinnamon. Antarmukanya dirancang familiar bagi pengguna Windows, dengan taskbar di bagian bawah, menu aplikasi yang intuitif, serta panel pengaturan yang mudah dipahami bahkan oleh pengguna baru.
Pada rilis terbaru ini, Cinnamon tampil lebih matang. Animasi terasa lebih halus dan konsisten, sementara ikon, tema, serta tata letak dibuat minimalis tanpa kesan kaku. Hasilnya, pengalaman visual tetap modern sekaligus nyaman digunakan dalam durasi panjang.
Dari sisi performa, Linux Mint mempertahankan reputasinya sebagai OS yang efisien dan ringan. Sistem ini mampu berjalan stabil di perangkat dengan spesifikasi menengah hingga rendah, menjadikannya solusi ideal untuk laptop atau PC lama yang ingin kembali produktif.
Optimalisasi manajemen memori membuat waktu booting relatif cepat, multitasking terasa responsif, dan penggunaan aplikasi berjalan mulus. Linux Mint juga dikenal jarang mengalami crash, sehingga andal untuk kebutuhan kerja maupun aktivitas harian.
Fitur Unggulan yang Fungsional
Linux Mint terbaru dibekali sejumlah fitur kunci yang dirancang untuk kenyamanan pengguna. Update Manager hadir dengan sistem pembaruan yang lebih aman, memungkinkan pengguna memilih jenis update tanpa khawatir mengganggu stabilitas sistem. Driver Manager bekerja secara otomatis untuk memudahkan instalasi driver perangkat keras, sementara Timeshift menyediakan fitur backup sistem yang memungkinkan pengguna mengembalikan kondisi OS jika terjadi kesalahan.
Selain itu, Software Manager menawarkan koleksi aplikasi yang lengkap dan ramah pemula, mendukung pengalaman “install dan langsung pakai” tanpa proses rumit.
Dalam hal privasi, Linux Mint mengambil sikap tegas. Berbeda dengan banyak sistem operasi komersial, Linux Mint tidak mengumpulkan data pengguna. Sistem ini bebas iklan, bebas pelacakan, dan memberikan kontrol penuh kepada pengguna atas data serta privasi mereka. Pembaruan keamanan juga dilakukan secara rutin dan fleksibel, sesuai preferensi pengguna.
Untuk kompatibilitas aplikasi, Linux Mint mendukung berbagai software open-source populer seperti LibreOffice, GIMP, dan VLC. Dukungan Flatpak dan Snap turut memudahkan instalasi aplikasi modern lintas distro.
Bagi pengguna yang masih membutuhkan aplikasi Windows seperti Adobe Photoshop, tersedia LastOS, sebuah distro turunan berbasis Linux Mint. LastOS dirancang untuk menjembatani kebutuhan pengguna Windows dengan ekosistem Linux. Instalasi aplikasi Windows di LastOS tergolong lebih praktis dibandingkan kebanyakan distro Linux lain, karena dapat dilakukan langsung melalui LLStore yang terintegrasi di dalam sistem.
Linux Mint versi terbaru konsisten sebagai sistem operasi Linux yang stabil, ringan, dan mudah digunakan. OS ini sangat cocok untuk pemula Linux, pekerja kantoran, pelajar, hingga pengguna yang menginginkan sistem operasi gratis tanpa mengorbankan kenyamanan dan produktivitas.
Bagi siapa pun yang mencari alternatif Windows yang aman, cepat, minim distraksi, dan menghargai privasi pengguna, Linux Mint dan ekosistemnya seperti LastOS merupakan pilihan yang sangat layak dipertimbangkan.
Editor : Natasya