SURABAYA – Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Surabaya, Ajeng Wira Wati, mengapresiasi 2 Tahun pelaksanaan sejumlah program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang menyasar sektor kesehatan, pendidikan, pemenuhan gizi, hingga kesejahteraan tenaga pendidik dan perlindungan pekerja.
Ajeng menyampaikan, berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat dalam memperluas akses layanan dasar sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di Surabaya, sejumlah program yang menjadi perhatian meliputi Cek Kesehatan Gratis (CKG), Sekolah Rakyat, dan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Baca juga: Gerindra Surabaya Dorong Perda Air Limbah Domestik, Sanitasi Layak Harus Terjangkau
Ajeng melihat, program CKG kini telah dilaksanakan secara masif melalui puskesmas di Surabaya. Pelaksanaannya turut didukung Kader Surabaya Hebat (KSH) yang membantu memperluas jangkauan informasi dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“CKG sudah masif di seluruh puskesmas, bahkan intens dibantu para KSH,” tutur Ajeng pada Warta Artik.id Selasa (20/10).
Di sektor pendidikan, ia menyoroti program Sekolah Rakyat yang memberikan kesempatan kepada anak-anak dari keluarga yang membutuhkan untuk memperoleh akses pendidikan.
"Sebanyak 370 anak warga Surabaya dari berbagai jenjang pendidikan telah terakomodasi melalui program tersebut ,upaya mencegah anak putus sekolah perlu terus diperkuat agar keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi generasi muda untuk memperoleh pendidikan yang layak," jelasnya.
Selain memperluas akses pendidikan, Ajeng mengatakan,kesejahteraan guru juga akan terus ditingkatkan sebagai bagian dari perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan.
Ia menilai, guru memiliki peran strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Karena itu, peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik perlu berjalan beriringan dengan upaya memperbaiki mutu pendidikan.
"Dengan dukungan kesejahteraan yang semakin baik, para guru diharapkan dapat menjalankan tugas secara optimal dalam mendidik dan mempersiapkan generasi penerus bangsa,"tambahnya.
Baca juga: Dukung Indonesia ASRI, Cak Yebe Ajak Warga Olah Sampah dan Kembangkan Urban Farming
Sementara itu, pelaksanaan program MBG di Surabaya disebut telah didukung 148 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ajeng menyampaikan, program tersebut telah menjangkau sekitar 370 ribu penerima manfaat yang terdiri atas siswa, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
"Saya berharap, pelaksanaan MBG dapat terus berjalan secara optimal sehingga pemenuhan gizi bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan dapat semakin diperhatikan,"imbuhnya.
Tak hanya sektor pendidikan dan kesehatan, Ajeng turut menekankan pentingnya penguatan perlindungan bagi pekerja melalui regulasi ketenagakerjaan. Ia menilai, pengesahan undang-undang ketenagakerjaan yang memberikan perlindungan lebih kuat bagi buruh menjadi hal penting untuk memastikan hak-hak pekerja mendapatkan kepastian.
Baca juga: Cegah Miras Oplosan, Baktiono Usulkan Pembatasan Pembelian Alkohol
"Undang-Undang Ketenagakerjaan akan mencakup kepastian hak, kondisi kerja yang layak, serta keseimbangan hubungan antara pekerja dan pemberi kerja. Dengan regulasi yang memberikan kepastian hukum, pekerja dapat memperoleh perlindungan yang lebih baik dalam menjalankan aktivitasnya,"ungkapnya.
diakhir pernyataannya, Srikandi Politisi Muda Gerindra Surabaya itu Menaruh Harapan Besar perhatian Pemerintah Pusat terhadap kesehatan masyarakat, pendidikan, pemenuhan gizi, kesejahteraan guru, dan perlindungan buruh dapat terus ditindaklanjuti melalui kebijakan yang terukur dan tepat sasaran.
"Pelaksanaan Program Pemerintah Pusat perlu dilihat dari manfaat yang dirasakan masyarakat secara langsung, termasuk semakin mudahnya akses layanan kesehatan, terjaganya keberlanjutan pendidikan anak, terpenuhinya kebutuhan gizi, serta meningkatnya perlindungan bagi tenaga pendidik dan pekerja khususnya Warga Kota Surabaya,"pungkasnya.(rda)
Editor : rudi