SURABAYA – DPC PDI Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya memperkuat konsolidasi internal untuk menghadapi dinamika politik sekaligus memulihkan perolehan suara yang menurun pada Pemilu 2024. Penguatan barisan, evaluasi strategi, dan pemeliharaan basis dukungan menjadi fokus partai ke depan.
Sekretaris DPC PDIP Surabaya, Sekaligua Ketua DPRD Surabaya, Syaifudin Zuhri atau Kaji Ipuk, mengatakan konsolidasi dilakukan secara rutin melalui koordinasi Fraksi PDIP di DPRD Surabaya dan penguatan organisasi hingga tingkat bawah.
Baca juga: Anak 10 Tahun Minta Uang di Pekan Raya, DPRD Surabaya Soroti Dugaan Eksploitasi
“Fraksi PDI Perjuangan selama ini setiap satu minggu ada rapat rutin untuk memperkuat, mempersiapkan apa-apa yang perlu diperjuangkan. Termasuk informasi dari setiap anggota partai yang ada di DPRD dan di komisi-komisi,” tuturnya pada Warta Artik.id,Selasa (13/10).
Ia mengakui penurunan suara pada Pemilu 2024 menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kekurangan dan menyusun strategi mengembalikan dukungan masyarakat.
“PDI Perjuangan pernah suaranya 2024 kalah, ya kita akan koreksi kekurangan apa yang selama ini terjadi. Maka itu kita harus optimistis untuk bisa memenangkan dan mengembalikan suara partai,” tegasnya.
Bagi dia, upaya tersebut dilakukan melalui penguatan koordinasi, konsolidasi kader, serta pemantauan aspirasi masyarakat. Ia menegaskan, kerja politik PDIP tidak hanya dilakukan menjelang pemilu, tetapi juga melalui pendampingan warga dalam menghadapi berbagai persoalan.
"PDI Perjuangan tidak hanya menyikapi ketika mau pemilu. Setiap kadernya bergerak terus mendampingi masyarakat. Ada urusan sakit, urusan apa saja, PDI selalu hadir di tengah masyarakat,” jelasnya.
Baca juga: Pokir Dewan Mandek, Aduan Wali Kota Langsung Tuntas, Wajah Baru Birokrasi Surabaya?
Menanggapi mantan kader yang bergabung dengan partai politik lain, Kaji Ipuk menyebut keputusan tersebut merupakan hak pribadi. Ia menegaskan PDIP tidak ingin larut dalam persoalan perpindahan kader dan memilih fokus membenahi organisasi.
“Terkait dengan mantan yang bergabung di partai sebelah, itu hak mereka. Bagi kita, itu hak pribadi mereka dan PDI tidak terlalu risau juga kalau seandainya begitu,” ujarnya.
Ia menilai kemampuan membaca kebutuhan dan harapan masyarakat menjadi faktor penting dalam menentukan strategi politik ke depan. Karena itu, kader diminta tetap menjaga kedekatan dengan konstituen serta mempertahankan karakter perjuangan partai.
“Makanya basis merah ini terus harus kita pelihara. Jangan sampai orang yang senang terhadap PDI Perjuangan itu akan lari manakala kita lupa atas jati diri kita sebagai kader PDI Perjuangan,” tuturnya.
Kaji Ipuk juga membantah anggapan bahwa PDIP Surabaya tengah dilanda konflik internal besar. Sebagai sekretaris DPC sekaligus Ketua DPRD Surabaya, ia menegaskan tanggung jawabnya adalah memastikan organisasi tetap solid dan menjalankan agenda partai.
diakhir pernyataanya, ia menegaskan, kekuatan politik harus dimanfaatkan untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat, bukan semata-mata kepentingan internal partai.
“PDI Perjuangan menguasai bukan untuk PDI Perjuangan, tapi untuk menyelaraskan keinginan masyarakat. Dan itu sudah jalan,” pungkasnya.(rda)
Editor : rudi