SURABAYA – Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, Azhar Kahfi, menerima aspirasi terkait keterbatasan anggaran Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita di Posyandu saat menggelar kegiatan reses di kelurahan Sidodadi Kecamatan Simokerto.
Dalam pertemuan tersebut, muncul keluhan mengenai besaran anggaran PMT yang disebut sekitar Rp5.000 per porsi. Nilai tersebut menjadi perhatian karena perlu disesuaikan dengan harga bahan pangan di pasaran agar kebutuhan gizi balita dapat terpenuhi secara optimal.
Baca juga: Reses di Lontar, Cak Yebe Kawal Usulan U-Ditch dan Salurkan Rp25 Juta Untuk Rutilahu-Fasum Warga
Azhar Kahfi menyatakan aspirasi tersebut akan diperjuangkan melalui pembahasan bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD Surabaya. Ia berharap alokasi anggaran PMT dapat dievaluasi sehingga lebih sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
"Persoalan anggaran perlu dikaji secara menyeluruh, termasuk mekanisme penyaluran dana dari Dinas Terkait kepada penyedia makanan yang melayani Posyandu di wilayah masing-masing,"Tutur Azhar Kahfi pada Warta Artik.id Kamis (08/10).
Selain persoalan besaran anggaran, pembahasan juga menyoroti pentingnya sinkronisasi program bantuan pemenuhan gizi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Kota Surabaya.
Hal itu dinilai penting untuk memastikan program yang menyasar balita dan ibu menyusui dapat berjalan efektif, tepat sasaran, serta tidak menimbulkan tumpang tindih bantuan.
Baca juga: Dari Gerobak Sampah Hingga PJU Warnai Reses Faris Abidin di Tambaksari
"Program Makan Bergizi Gratis (MBG), misalnya, juga menyasar kelompok penerima manfaat tertentu, termasuk ibu menyusui dan anak-anak. Karena itu, kesesuaian data penerima manfaat antara program pusat dan daerah perlu diperhatikan agar pelaksanaannya lebih terkoordinasi,"ungkapnya.
Politisi Muda Gerindra Surabaya itu menilai, koordinasi antarpemangku kepentingan diperlukan untuk memastikan kebijakan pemenuhan gizi benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan perhatian khusus.
Baca juga: Cak Yebe Dorong Urban Farming di Kedurus Berkembang Jadi Kekuatan Ekonomi Warga
Aspirasi yang disampaikan dalam reses tersebut selanjutnya akan menjadi bahan perjuangan dalam pembahasan anggaran dan koordinasi dengan pihak terkait.
"Melalui evaluasi anggaran serta sinkronisasi program, diharapkan pelayanan Posyandu dapat semakin optimal dalam mendukung pemenuhan gizi balita dan meningkatkan kesehatan masyarakat Surabaya,"pungkasnya.(rda)
Editor : rudi