Alumni Farmasi UNAIR Santi Prasmawari Dedikasikan Diri untuk Kesehatan

Reporter : Fudai
apt. Santi Prasmawari, S.Si., M.Farm.

SURABAYA - Pengabdian di bidang kefarmasian tidak hanya berlangsung di balik meja pelayanan apotek. Bagi apt. Santi Prasmawari, S.Si., M.Farm., profesi apoteker menjadi bagian dari perjalanan panjang untuk mendukung pelayanan dan pembangunan kesehatan masyarakat melalui jalur pemerintahan.

Alumni Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (FF UNAIR) itu telah berkiprah di lingkungan pemerintahan sejak awal kariernya. Pengalamannya mencakup pelayanan langsung kepada pasien hingga keterlibatan dalam pengelolaan dan kebijakan kefarmasian di tingkat daerah.

Santi menyelesaikan pendidikan Sarjana Farmasi pada 1997 sebelum melanjutkan studi Magister Farmasi pada 2018. Pendidikan tersebut menjadi bekal dalam menjalankan profesinya sekaligus memperluas kontribusinya di bidang kesehatan.

Kariernya dimulai pada 2002 saat bertugas di Puskesmas Wlingi, Blitar. Tiga tahun kemudian, ia melanjutkan pengabdian di Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar.

Sejak 2006, Santi bergabung dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dan masih menjalankan pengabdian hingga kini.

Dari Pelayanan Pasien hingga Kebijakan Kefarmasian

Saat bertugas di puskesmas, Santi bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Salah satu tanggung jawabnya adalah memastikan pasien menerima obat sekaligus memperoleh informasi yang memadai mengenai cara penggunaan dan pemanfaatannya.

Menurut Santi, pelayanan kefarmasian tidak berhenti ketika obat diserahkan kepada pasien. Edukasi menjadi bagian penting agar masyarakat memahami penggunaan obat secara tepat serta memperoleh manfaat pengobatan secara optimal.

Pengalaman di lini pelayanan kemudian menjadi bekal ketika ia menjalankan tugas di lingkungan dinas kesehatan. Perannya berkembang dari pelayanan langsung menjadi bagian dari upaya mendukung program kesehatan pemerintah.

Salah satu fokusnya berkaitan dengan ketersediaan obat sebagai penunjang program kesehatan. Aspek keamanan, khasiat, dan mutu obat juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan sepanjang proses distribusi hingga obat diterima masyarakat.

Di tingkat pemerintahan, bidang kefarmasian juga memiliki peran dalam mendukung penyusunan kebijakan. Kebijakan tersebut antara lain diarahkan untuk memastikan penggunaan obat berlangsung secara tepat sekaligus mengurangi risiko penyalahgunaan dan penggunaan obat yang tidak sesuai.

Berbagi Pengetahuan kepada Tenaga Kesehatan

Pengalaman yang dimiliki Santi turut membawanya dipercaya sebagai pemateri dalam berbagai kegiatan pelatihan. Ia memberikan materi yang berkaitan dengan pengelolaan obat, vaksin, serta bahan medis habis pakai.

Regulasi dan kebijakan pelayanan kefarmasian juga menjadi bagian dari materi yang disampaikannya. Melalui kegiatan tersebut, ia ikut mendorong peningkatan pemahaman tenaga kesehatan mengenai tata kelola dan pelayanan kefarmasian.

Bagi Santi, pengetahuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan di FF UNAIR memiliki keterkaitan erat dengan perjalanan kariernya di pemerintahan.

Ia mengaku bangga menjadi bagian dari almamater yang menurutnya memiliki kredibilitas dalam pendidikan kefarmasian dan turut menghasilkan lulusan yang dapat berkontribusi di masyarakat.

“Banyak yang saya dapatkan dari belajar di Fakultas Farmasi UNAIR, dan semua bermanfaat bagi pengembangan karier saya di pemerintahan. Ilmu-ilmu yang didapat bisa diterapkan dan menunjang dalam pekerjaan saya,” kata Santi.

Menurut dia, perjalanan pendidikan juga menuntut proses dan perjuangan. Namun, berbagai tantangan yang dilalui selama masa pembelajaran menjadi pengalaman yang kemudian memberikan manfaat dalam perjalanan profesional.

“Meski semua yang diraih tidak mudah, banyak perjuangan yang harus dilalui dalam pembelajaran, namun semua hasil yang didapatkan sesuai dengan yang diharapkan.”

Dalam menjalani profesi, Santi memilih untuk terus belajar dan berkembang. Baginya, seseorang tidak dituntut untuk selalu berada dalam kondisi sempurna.

Yang lebih penting adalah kemauan untuk memperbaiki diri, menjaga semangat, dan terus berusaha memberikan kontribusi. Prinsip tersebut menjadi bagian dari perjalanan Santi dalam menjalankan profesi apoteker sekaligus mengabdi bagi pelayanan kesehatan masyarakat.

Editor : Slow

Peristiwa
5 Berita Teratas Pekan Ini
Berita Terbaru